OJK Selidiki Aliran Kredit Rp 20 Triliun ke Duniatex Group
TEMPO.CO | 15/09/2019 20:28
Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK tengah menelisik pembiayaan bermasalah yang menimpa Duniatex Group dengan melibatkan bank nasional dan lembaga keuangan. Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Slamet Edy Purnomo mengatakan, saat ini pihaknya masih meneliti dan mengkaji perkara pemberian kredit oleh sejumlah bank kepada Duniatex Group.

Penelitian dilakukan untuk melihat apakah ada pelanggaran dalam memberikan kredit pada Duniatex Group. Apabila ada pelanggaran, otoritas bisa memberikan sanksi. “Kami masih meneliti dan mengkaji kasusnya,” ujar Slamet, Jumat, 13 September 2019.

Duniatex Group tercatat memiliki kewajiban kepada sejumlah bank nasional dan lembaga keuangan yang nilainya hampir mencapai Rp 20 triliun. Namun pada 10 Juli 2019 anak usaha Duniatex, PT Delta Dunia Sandang Tekstil (DDST), gagal bayar bunga dan pokok utang senilai US$ 11 juta.

Kemudian sejumlah bank melakukan restrukturisasi. Pada Agustus 2019 bank mulai mencadangkan dan meningkatkan kolektabilitas menjadi level 2. Hal itu disampaikan oleh Direktur PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Bob Tyasika Ananta.

“Juli mereka masih bayar, tetapi di Agustus ini kami antisipasi dengan menurunkan kualitas menjadi special mention loan (dalam pengawasan khusus),” ujarnya pekan lalu.

Akhir pekan lalu, salah satu anak usaha Duniatex Group, yakni PT Delta Merlin Dunia Textile (DMDT), dinyatakan tidak mampu membayar kupon obligasi global.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Singapore Exchange Kamis, 12 September 2019 entitas Duniatex Group menyatakan tidak mampu membayarkan kupon dari obligasi senior senilai US$ 300 juta. Obligasi yang akan jatuh tempo pada 2024 itu menjanjikan kupon sebesar 8,625 persen.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT