Dua Santri Ziarah ke Kalibata, Habibie Tokoh Cinta Jadi Inspirasi
TEMPO.CO | 15/09/2019 17:36
Warga mencium batu nisan makam BJ Habibie saat berziarah di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat, 13 September 2019. Masyarakat masih ramai berziarah di makam BJ Habibie pada sehari setelah pemakaman Presiden ke-3 R
Warga mencium batu nisan makam BJ Habibie saat berziarah di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat, 13 September 2019. Masyarakat masih ramai berziarah di makam BJ Habibie pada sehari setelah pemakaman Presiden ke-3 Republik Indonesia tersebut. ANTARA/Aditya Pradana Putra

TEMPO.CO, Jakarta -Lukman Nurhakim dan Ikbal Ali Muzaki, memanfaatkan waktu libur kuliahnya untuk ziarah ke makam Presiden RI ke-3 BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan atau TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad, 15 September 2019.

Dua mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengaku mengidolakan suami dari Hapsari Ainun Habibie itu.

"Pak Habibie tokoh yang memberi inspirasi. Meski belum pernah bertemu, saya anggap kakek saya," kata Lukman di TMP Kalibata.

Dua santri Pesantren Luhur Sabilusalam itu menyempatkan diri untuk membacakan Yasin dan zikir tahmid di pusara makam Habibie dan istrinya. Ia mengaku ikut merasakan kesedihan ditinggalkan sosok Habibie.

Menurut pria asal Tegal, Jawa Tengah itu, Habibie merupakan sosok intelektual yang bisa menyeimbangkan antara ilmu dunia dan akhirat. "Jarang sosok seperti Pak Habibie. Ilmu umumnya ada, agamanya kuat."

Selain itu, kehidupan percintaan dan rumah tangga Habibie juga menjadi contoh yang baik. Kesetiaan Habibie kepada istrinya terbuktikan dari permintaannya dikebumikan di samping Ainun. "Tokoh cinta yang manjadi inspirasi."

Sedangkan Ikbal yang mendalam ilmu tafsir Al Quran dan Hadist di universitasnya, tertarik dengan gagasan Habibie.

Peziarah berdoa di makam BJ Habibie dan istrinya, Hasri Ainun Habibie di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat, 13 September 2019. Presiden yang pernah memimpin Indonesia selama 16 bulan ini meninggal dunia pada Rabu, 11 September 2019. ANTARA/Aditya Pradana Putra

Sebagai teknokrat, Habibie mampu memberikan contoh bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi harus seimbang dengan imam dan takwa. "Saya sebagai mahasiswa di bidang keagamaan termotivasi."

Selain itu, pria berusia 20 tahun itu menanam prinsip dalam hidup Habibie tentang ilmu pengetahuan dengan pemahaman agama. Pesan Habibie yang dikenangnya adalah setiap umat Islam tidak boleh hanya berfokus meningkatkan pemahaman ilmu pengetahuan tanpa keimanan.

"Begitu juga sebaliknya. Tidak boleh hanya meningkatkan keimanan, tanpa ilmu pengetahuan," ujarnya. "Harus selaras ilmu dan iman. Itu sudah dicontohkan Pak Habibie yang cerdas dan ketakwaannya luar biasa."

Petugas keamanan TMP Kalibata, Arif Rohman Hidayatullah, mengatakan empat hari sejak dimakamkan, pusara Habibie dan Ainun selalu ramai orang yang datang untuk berziarah. Bahkan, pemakaman Habibie telah ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah sejak buka pukul 07.00.

"Warga yang datang ziarah ke makam BJ Habibie tidak berhenti sejak awal dimakamkan sampai sekarang. Waktu ziarah kami batasi sampai jam enam sore, karena area pemakaman harus ditutup," ujarnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT