Apjatel Minta DKI Perpanjang Razia Kabel di Atas Trotoar, Sebab..
TEMPO.CO | 15/09/2019 06:08
Pejalan kaki menyaksikan saluran kabel bawah tanah yang  berada di kawasan spot budaya di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat Ahad 18 Agustus 2019. TEMPO /Tauifq Siddiq
Pejalan kaki menyaksikan saluran kabel bawah tanah yang berada di kawasan spot budaya di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat Ahad 18 Agustus 2019. TEMPO /Tauifq Siddiq

TEMPO.CO, Jakarta -Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) meminta pemerintah DKI Jakarta memperpanjang waktu penertiban kabel serat optik yang berada di atas trotoar.

Ketua Apjatel Muhammad Arif Angga mengatakan operator secara bertahap akan menurunkan kabel serat optik yang ada di atas trotoar.

"Instruksi gubernur untuk memasukan kabel ke bawah trotoar baru keluar pada Desember tahun lalu. Kami company swasta bingung dikasih aturan tersebut," kata Arif saat dihubungi, Sabtu, 14 September 2019.

Selain itu, menurut dia, waktu yang diberikan pemerintah untuk menertibkan kabel serat optik yang ada di udara di 81 ruas jalan cukup cepat. Arif berujar perusahaan penyedia layanan internet yang mempunyai kabel akan sulit memenuhi permintaan pemerintah. "Ada 100 km kabel yang akan ditertibkan. Sebagian merupakan kabel serat optik."

Ia menjelaskan beban investasi untuk memindahkan kabel dari atas ke bawah tanah sangat besar. Operator membutuhkan anggaran Rp 200 ribu untuk memindahkan satu meter kabel.

Bayangkan, kata dia, dalam relatif singkat harus memindahkan kabel sepanjang 100 km. "Nilai investasinya sangat tinggi. Kalikan saja 100 km itu dengan nilai Rp 200 ribu per meter."

Selain itu, setiap trotoar bisa terpasang kabel serat optik dari operator operator. Jadi, butuh investasi Rp 20 miliar untuk memindahkan satu kabel sepanjang 100 km ke dalam tanah.

Apjatel meminta kebijakan dari pemerintah agar tidak langsung memutus seluruh jaringan kabel jaringan optik. Sebab, kata dia, kebijakan tersebut bakal mengganggu layanan internet ke masyarakat. "Kebel diturunkan, nanti bisa mati semua (jaringan internet)."

Dinas Bina Marga DKI Jakarta akan menertibkan kabel-kabel udara di sepanjang 100 km trotoar pada tahun ini di wilayah Ibu Kota.

"Target penertiban kabel udara untuk tahun ini sekitar 100 km," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho saat ditemui di trotoar kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan, Jumat 13 September 2019.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT