REI: 4 Kota Termakmur di RI, Denpasar hingga Tangerang Selatan
TEMPO.CO | 14/09/2019 06:35
Salah satu kawasan di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana. TEMPO/AISHA S
Salah satu kawasan di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana. TEMPO/AISHA S

TEMPO.CO, Jakarta - Hasil penelitian Indonesia City Prosperity Index 2019 atau Indeks Kemakmuran Kota yang dilakukan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia menyimpulkan Denpasar sebagai kota yang paling makmur di Indonesia.

“Denpasar sebagai kota paling makmur di Indonesia memperoleh skor 60,20 persen yang artinya masih masuk dalam kategori moderately solid,” ujar Ketua Umum DPP Persatuan Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata, dalam kegiatan FIABCI APREC 2019 di Jakarta, Jumat. 13 September 2019.

City Prosperity Index merupakan metode yang dikembangkan oleh UN-Habitat untuk memonitor implementasi dari Sustainable Development Goals (SDGs) dan New Urban Agenda.

Soelaeman menyatakan bahwa dalam CPI terdapat enam indikator yang diukur untuk menentukan kemakmuran suatu kota. Keenam indikator yang dimaksud adalah produktivitas, pembangunan infrastruktur, kesetaraan dan inklusivitas sosial, kualitas hidup, keberlanjutan lingkungan, legislasi, dan postur kelembagaan kota.

Adapun, dalam menentukan penilaian untuk Indonesia CPI 2019, terdapat 21 kota yang diteliti oleh DPP REI. Dari hasil penelitian yang dilakukan, Denpasar adalah kota yang paling makmur di Indonesia. Kemudian, diikuti Batam, Balikpapan, dan Tangerang Selatan.

Menurut dia, hingga saat ini belum ada kota–kota di Indonesia yang masuk pada kategori solid dan sangat solid.

Meskipun demikian, Eman berharap adanya CPI dapat menjadikan landasan pijakan kota-kota di Indonesia untuk terus menjadi lebih baik pada tahun–tahun mendatang.

“Kami berharap agar kota-kota di Indonesia hari ini berkompetisi secara positif untuk mencapai level tertinggi sehingga bisa setara dengan kota-kota di negara lain,” katanya.

Eman mengatakan bahwa peluncuran CPI menjadi bentuk komitmen REI dalam berkontribusi bagi pengembangan perkotaan di Indonesia.

“Ini merupakan sumbangsih kami sebagai organisasi yang memiliki keberagaman anggota, mulai dari pengembang rumah rakyat hingga pengembang kota baru, dari pengembang hotel hingga pengembangan kawasan pariwisata dan kawasan industri,” katanya.

Menurutnya, pengembang memiliki posisi yang strategis dalam membentuk suatu kota dan indeks ini mengajak para pelaku pembangunan kota untuk bersama-sama menjadikan kota di Indonesia menjadi lebih makmur.

BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT