Hadir di TMP Kalibata, Warga Timor Leste: Habibie Pahlawan Saya
TEMPO.CO | 13/09/2019 05:39
Seorang pria membawa bendera merah putih saat menyaksikan iring-iringan kendaraan yang membawa jenazah almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie yang melintas di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis, 12 September 2019. ANTARA/Dhemas Reviyanto
Seorang pria membawa bendera merah putih saat menyaksikan iring-iringan kendaraan yang membawa jenazah almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie yang melintas di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis, 12 September 2019. ANTARA/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan masyarakat mengantar Presiden RI ke-3 BJ Habibie ke peristirahatannya yang terakhir di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Kamis 12 September 2019. Satu di antara mereka adalah Nelson Da Cruz, 38 tahun, warga Timor Leste.

Nelson adalah jurnalis di kantor berita Reuters di Timor Leste namun dia mengaku hadir dan memberi penghormatan sebagai seorang warga Timor Leste. Dia lalu berfoto di batu nisan Habibie sambil membentangkan syal bertuliskan Timor Leste.

Dia menuturkan kalau berita Habibie wafat tersebar luas di negerinya. Dia yang saat ini sedang berada di Jakarta merasa harus hadir langsung karena jasa Habibie untuk negaranya. 

"Beliau adalah pahlawan saya. Hanya beliau yang berani memberi opsi kepada Timor Leste saat kami ingin melepaskan diri dari Indonesia," ujar Nelson di TMP Kalibata.

Nelson merujuk saat BJ Habibie memberikan opsi otonomi khusus atau merdeka dari Indonesia kepada warga Timor Leste pada Juni 1998 lalu. Saat itu sekitar 78 persen penduduk Timor Leste memilih merdeka melalui referendum. 

Nelson Da Cruz, warga Timor Leste yang ikut menguburkan jenazah Presiden Republik Indonesia ke-3 BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis 12 September 2019

Nelson juga mengutip ucapan terima kasih Presiden pertama Timor Leste Xanana Gusmao yang mengatakan tanpa keberanian Habibie, mungkin dirinya hanya akan menjadi penjual es batu di Tebet. "Itu bisa dicari jejak digitalnya," ujarnya. 

 

Habibie wafat pada usia 83 tahun kemarin, Rabu, 11 September 2019, setelah menjalani perawatan di ruang ICU Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta Pusat. Pria yang sebagian hidupnya dihabiskan di Jerman itu meninggal karena penurunan fungsi tubuh dan gagal jantung.

Mantan presiden ini juga dikenal sebagai Bapak Teknologi dan Bapak Demokrasi Indonesia. BJ Habibie dimakamkan bersebelahan dengan istrinya, Hasri Ainun Habibie, yang meninggal pada 2010.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT