Warga Apartemen Mediterania Dihantui Bom Waktu Listrik Padam
TEMPO.CO | 06/09/2019 20:28
Seorang penghuni beraktivitas dengan bantuan penerangan lilin dalam keadaan listrik mati di Apartemen Mediterania Palace, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Seorang penghuni beraktivitas dengan bantuan penerangan lilin dalam keadaan listrik mati di Apartemen Mediterania Palace, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Sempat diputus sebagian gara-gara konflik pengelola, saat ini pasokan air dan listrik di Apartemen Mediterania Palace, Kemayoran, Jakarta Pusat, berjalan normal. Hal itu diungkap oleh salah satu penghuni apartemen tersebut, David Solihin.

David mengatakan tak menutup kemungkinan listrik dan air kembali diputus oleh pengelola lama bentukan pengembang yaitu Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (P2RS). Korban pemutusan adalah penghuni yang membayar tagihan listrik dan air ke rekening Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) sebagai pengelola sah menurut Pergub DKI.

“Mengenai potensi pemadaman listrik dan air bagaikan bom waktu yang dapat terjadi setiap saat sebagaimana mereka (P2SRS) kehendaki,” kata David lewat pesan pendek, Jumat, 6 September 2019.

Menurut dia, desas-desus beredar di kalangan penghuni, di mana jika mereka membayar tagihan ke rekening P3SRS maka akan dilakukan pemadaman kembali. Hal itu yang membuat sebagian penghuni sampai saat ini tetap membayar tagihan ke pengurus lama.

“Sehubungan takut ancaman pemadaman maka masih banyak warga yang membayarkan ke rekening pengelola bentukan pengembang (P2SRS),” tutur dia.

Sebelumnya, ratusan penghuni, di antaranya adalah 10 pengurus P3SRS, menjadi korban pemutusan listrik dan air bersih selama berhari-hari. Gara-garanya, sebagai pengelola baru sesuai dengan Pergub 132 Tahun 2018 serta telah disahkan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, mereka mengumpulkan iuran secara terpisah dan membayarkannya langsung ke PLN. 

David mengungkap harapan penghuni kalau pemerintah daerah, khususnya Dinas PRKP DKI, dapat mengeksekusi serah terima yang seharusnya dilakukan oleh P2SRS kepada P3SRS. Padahal, kata dia, instruksi serupa telah disampaikan oleh pihak Walikota Jakarta Pusat kepada pengurus lama bentukan pengembang. “Pertanyaan umum dari warga, mengapa yang telah memiliki dasar hukum tetapi tidak bisa berbuat apa-apa?” Ujar David.

Manajer Apartemen Mediterania Palace Residences Kemayoran Iriene Yonita Putri sudah lebih dulu mengungkap ketidakpastian yang sama pasca pemulihan layanan pada 22 Agustus lalu. Iriene adalah bagian dari P2SRS. 

"Kami belum menerima biaya rutinitas yang wajib dibayarkan penghuni setiap bulan. Nanti mau dibicarakan lebih lanjut dulu di pengurus," katanya saat itu.

Konflik antar pengurus di apartemen itu diduga memang belum berujung. Terakhir muncul keresahan sebagian penghuni lainnya karena P3SRS 'mengundang' aparat Brimob bersenjata lengkap masuk lingkungan apartemen itu. Keberadaan brimob ditujukan untuk meredam intimidasi yang mereka rasakan dari pengurus lama.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT