Sumbang Inflasi, Harga Cabai Dipastikan Turun Dua Pekan Lagi
TEMPO.CO | 02/09/2019 12:41
Para pedagang tengah memilih cabai rawit yang baru turun di Pasar Induk Keramat Jati, Jakarta, 7 Maret 2017. Harga cabai rawit merah di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai sebesar Rp 150.000 per kilogram hal tersebut
Para pedagang tengah memilih cabai rawit yang baru turun di Pasar Induk Keramat Jati, Jakarta, 7 Maret 2017. Harga cabai rawit merah di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai sebesar Rp 150.000 per kilogram hal tersebut menjadi harga cabai rawit merah termahal dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian memastikan harga cabai segera turun menyusul akan dimulainya panen dalam 2 minggu ke depan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi mengatakan penurunan tersebut akan mulai terlihat pada pekan ini. “Saya pikir (penurunan harga) dalam minggu ini karena pasar suplainya banyak dalam minggu ini,” ujarnya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin, 2 September 2019 saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Menurut Agung, panen cabai yang dimulai dalam 2 minggu ke depan akan berlangsung hingga tujuh kali dengan interval sekitar 15 hari dari satu panen ke panen lainnya.

Oleh karena itu, pihaknya memastikan kebutuhan cabai hingga akhir tahun akan tercukupi. Menurutnya, berdasarkan target Kementerian Pertanian, luasan panen akan mencapai 12.000 hektare (ha) per bulan.

Kendati demikian, dia tidak menyebutkan berapa persisnya volume panen yang diharapkan dari luasan tersebut.

Selain menunggu masa panen, pihaknya juga berupaya menahan laju peningkatan harga cabai dengan melakukan operasi pasar di 40 pasar yang ada di DKI Jakarta. Dalam operasi pasar ini, cabai merah dijual di harga Rp 35.000 per kilogram.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT