HUT RI ke-74, Ratusan Warga Bersihkan Sampah di Pantai Teluk Palu
TEMPO.CO | 18/08/2019 13:37
Citra satelit menunjukkan kondisi Teluk Palu pascagempa Donggala, Sulawesi Tengah, Senin, 1 Oktober 2018. Gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat, 28 September 2018, di Sulawesi Tengah, terutama di Kabupaten Donggala dan Kota Palu, telah mengakibatkan l
Citra satelit menunjukkan kondisi Teluk Palu pascagempa Donggala, Sulawesi Tengah, Senin, 1 Oktober 2018. Gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat, 28 September 2018, di Sulawesi Tengah, terutama di Kabupaten Donggala dan Kota Palu, telah mengakibatkan lebih dari 1.000 meninggal dunia. Planet Labs Inc/REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan orang dari berbagai komunitas peduli lingkungan, pelajar dan warga membersihkan sampah di Pantai Teluk Palu di kawasan eks Masjid Terapung Kelurahan Lere Kota Palu, Sulawesi Tengah, lewat aksi "Menghadap Laut 2.0" yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Pandu Laut Nusantara dan puluhan komunitas pecinta laut.

Kegiatan yang digelar Minggu pagi, 18 Agustus 2019 dan serentak di 74 titik termasuk di pantai dan sungai di sejumlah daerah di Indonesia itu dilaksanakan juga untuk memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 tahun.

"Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengedukasi masyarakat dan warga di sekitar akan pentingnya membersihkan pantai dan laut dari sampah," kata Kepala Stasiun, Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palu Kementerian Kelautan dan Perikanan Khoirul Makmum dalam amanatnya kepada peserta bersih-bersih Teluk Palu, Minggu.

Ia menyatakan kegiatan bersih-bersih pantai tersebut sangat penting mengingat sampah merupakan persoalan seluruh pihak dan menjadi pekerjaan rumah hampir di seluruh negara di dunia. "Sampah plastik menjadi masalah di seluruh dunia dan kegiatan ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut," ujarnya.

Ia berharap kegiatan yang diadakan mulai tahun 2018 itu dapat menumbuhkan animo dan semangat masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai dan laut demi lestarinya sumber daya laut agar dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang.

Salah satu peserta, Sandi mengaku sangat senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tahunan itu. "Aksi-aksi seperti ini penting dilakukan sesering mungkin sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat agar animo dan semangat mereka dalam menjaga kebersihan pantai dan laut dari sampah tumbuh," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat untuk membersihkan laut dari sampah lewat aksi "Menghadap Laut 2.0" yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Pandu Laut Nusantara dan puluhan komunitas pecinta laut.

Kegiatan tersebut akan digelar pada 18 Agustus 2019 di 74 titik termasuk di pantai dan sungai di Indonesia sebagai cara memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 74 tahun. "Kami ingin awareness (kesadaran) masyarakat Indonesia terhadap laut lebih tinggi, lebih bisa menjaga. Karena laut ini penting sekali," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Susi menuturkan aksi Menghadap Laut 2.0 kali ini memasuki tahun kedua di mana pada kegiatan serupa tahun lalu ia hadir di Bitung, Sulawesi Utara.

Pada aksi tahun lalu, terkumpul sekitar 366 ton sampah plastik dari sekitar 100 titik kegiatan aksi. "Bayangkan 360 ton sampah plastik dan itu hanya dua jam saja. Tahun ini saya akan ada di (Pantai Timur) Ancol, kita harap semua organisasi, individu, bisa ikut datang juga," katanya.

Ketua Umum Pandu Laut Indonesia Bustar Maitar menjelaskan kegiatan Menghadap Laut merupakan ide Menteri Susi karena selama ini bangsa Indonesia terus memunggungi laut. "Dengan kegiatan ini laut kita jadi pandangan kita, makanya disebut Menghadap Laut," tukasnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT