Komnas HAM Didesak Usut Intimidasi Buruh di Sekitar DPR
TEMPO.CO | 18/08/2019 07:50
Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images
Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyelidiki dugaan kekerasan oleh polisi dalam demonstrasi buruh di sekitar Kompleks DPR pada 16 Agustus 2019.

Gebrak menengarai terjadi pelanggaran HAM dalam pembubaran tersebut. "Kami menuntut Komnas HAM segera melakukan penyelidikan," kata juru bicara Nining Elitos di Kantor YLBHI, Jakarta, pada Sabtu, 17 Agustus 2019.

Gebrak juga meminta Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menindak anggota Polri yang menangkap buruh menjelang demonstrasi.

Gebrak adalah organ gabungan sejumlah serikat buruh, antara lain Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia, dan Pergerakan Pelaut Indoensia.

Pada Jumat lalu, 16 Agustus 2019, mereka berencana menggelar demonstrasi menentang rencana revisi Undang-Undang Tenaga Kerja. Unjuk rasa akan dilakukan berbarengan dengan pidato kenegaraan Presiden Jokowi di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta.

Menurut Nining, sebelum tiba di lokasi massa dari Bekasi, Tangerang, dan Jakarta Utara dihadang polisi dan TNI. Massa di sekitar Gedung TVRI, Senayan, pun mengalami intimidasi, kekerasan, penangkapan, dan perampasan ponsel. Maka Gebrak meminta Komnas HAM segera bertindak.

ROSSENO AJI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT