Soal Oposisi atau Koalisi, Gerindra Masih Fifty-Fifty
TEMPO.CO | 17/08/2019 21:17
Ketua Umum Partai Gerindra menari khas Papua, Tari Sajojo bersama jajaran kader Gerindra seusai upacara HUT kemerdekaan ke-74 di kantor DPP Gerindra, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Sabtu, 17 Agustus 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.
Ketua Umum Partai Gerindra menari khas Papua, Tari Sajojo bersama jajaran kader Gerindra seusai upacara HUT kemerdekaan ke-74 di kantor DPP Gerindra, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Sabtu, 17 Agustus 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengklaim internal partainya belum mengambil keputusan ihwal bergabung ke pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin atau menjadi oposisi. Riza mengatakan sikap partainya masih berada di tengah.

"Posisi Gerindra masih fifty-fifty ya, posisinya (masih) di tengah belum memutuskan," kata Riza di kantor DPP Partai Gerindra, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Menurut Riza, Prabowo masih bakal menghimpun pendapat banyak pihak terkait sikap politik yang akan diambil. Dia mengatakan Gerindra juga bakal menggelar rapat kerja nasional pada September mendatang. Prabowo kemungkinan juga mengumumkan sikap politik tersebut setelah rakernas. "Mudah-mudahan bulan September ini nanti kita akan putuskan," kata dia.

Partai Gerindra belakangan disebut-sebut mendapatkan karpet merah untuk bergabung dengan koalisi Jokowi. Anggapan ini menguat dengan adanya pertemuan Prabowo dan Jokowi pada 13 Juli 2019, disusul dengan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada 24 Juli 2019.

Menurut Riza, pertemuan-pertemuan tersebut masih sebatas silaturahmi. "Sampai hari ini kami tidak bicara soal menteri dan jabatan," kata dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT