Kantong Plastik Dilarang, Harga Besek Bambu Naik
TEMPO.CO | 14/08/2019 22:46
Panitia kurban di Mesjid Nurul Hilal mempersiapkan besek bambu berisi daging kurban yang akan diberi ke warga setempat, Jakarta, 11 Agustus 2019. Tujuan menggunakan besek bambu tersebut untuk mengurangi tingkat sampah plastik di Ibu Kota. TEMPO/Genta Shad
Panitia kurban di Mesjid Nurul Hilal mempersiapkan besek bambu berisi daging kurban yang akan diberi ke warga setempat, Jakarta, 11 Agustus 2019. Tujuan menggunakan besek bambu tersebut untuk mengurangi tingkat sampah plastik di Ibu Kota. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

TEMPO.CO, Jakarta - PD Pasar Jaya akan melakukan pengadaan besek bambu secara berkelanjutan. Harga satuan wadah pengganti kantong plastik ini tetap Rp 2.000 meski di pasaran harganya mulai naik.

"Kami sudah ada kerja sama jadi nanti kami pesan berulang-ulang berdasarkan penjualan kami. Kami juga coba pasok ke pedagang di pasar, jadi mereka bisa beli dengan kami," kata Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin di Pasaraya, Blok M, Jakarta, Rabu 14 Agustus 2019.

Dia mengungkapkan setelah penggunaan besek gencar dilakukan, harga satuan di pasaran untuk besek ukuran kecil naik hingga Rp 6.000. Sedangkan ukuran yang lebih besar, kata dia, per satuan kini sudah mencapai Rp7.500.

"Karena permintaan tinggi akhirnya harga naik tapi itu tidak apa, yang penting jangan sampai ada di tengah menjadi konsolidator untuk menaikkan harga sedangkan di perajin, tidak ada," ujarnya.

Menurut dia, menjelang Lebaran Kurban, PD Pasar Jaya memasok 50 ribu hingga hampir 100 ribu besek dari anyaman bambu. Meski Idul Adha sudah selesai bukan berarti pengadaan besek juga terhenti.

Caranya, lanjut dia, BUMD DKI Jakarta itu sudah melakukan kampanye di pasar di bawah kelola PD Pasar Jaya agar pedagang dan masyarakat semakin sadar untuk mengurangi plastik.

Besek bambu dan wadah ramah lingkungan lainnya, kata dia, bukan hanya untuk wadah daging pengganti kantong plastik tetapi juga tempat bumbu dan makanan. Sebagian besar, kata dia, besek  dipasok dari para perajin di Tasikmalaya dan sebagian wilayah di Jawa Barat.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT