Atalia Dorong Anak-anak Makan Ikan Lewat 'Mia dan Ikan Goreng'
TEMPO.CO | 14/08/2019 21:41
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil saat mengunjungi Satuan PAUD Sejenis (SPS) Seroja dalam kegiatan Siaran Keliling (Sarling) di Kota Bekasi, pada Rabu, 14 Agustus 2019.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil saat mengunjungi Satuan PAUD Sejenis (SPS) Seroja dalam kegiatan Siaran Keliling (Sarling) di Kota Bekasi, pada Rabu, 14 Agustus 2019.

INFO NASIONAL -- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, membacakan buku berjudul ‘Mia dan Ikan Goreng’ yang dia tulisnya manakala mengunjungi SPS (Satuan PAUD Sejenis) Seroja dalam kegiatan Siaran Keliling (Sarling) di Kota Bekasi, Rabu 14 Agustus 2019.

Bunda PAUD Jabar ini menjelaskan, tujuan dirinya membacakan buku tersebut guna memotivasi anak-anak untuk gemar makan ikan.  "Anak-anakku, bunda akan bacakan buku berjudul Mia dan Ikan Goreng. Buku ini bunda tulis sendiri untuk mengingatkan anak-anak dan orang tua di rumah tentang pentingnya makan ikan," kata Atalia.

Ia juga  mengingatkan kepada para orang tua untuk terus berupaya menanamkan budaya membaca kepada anak-anak. Menurutnya, ada dua hal yang dapat menentukan masa depan anak, yakni membaca dan mengonsumsi ikan.

"Mari kita biasakan anak-anak kita makan ikan sejak dini. Selain makan ikan, anak-anak juga dibiasakan membaca. Membaca itu bisa apa saja, buku pelajaran, buku dongeng, atau buku apapun asalkan positif," ucapnya.

Atalia menyatakan, jumlah Kampung KB (Keluarga Berencana) di Jawa Barat terus meningkat. Saat ini,  ada  2.000 Kampung KB yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota se-Jabar.

"Penduduk kita itu banyak sekali, jadi bagaimana kita dapat mengendalikan penduduk. Di sinilah peran penting PKK. Jadi, saya mengajak segenap kader sebagai garda terdepan untuk turut serta dalam hal ini,” kata Atalia usai mengunjungi Kampung KB Kemuning di Kelurahan Kalibaru, Kota Bekasi, Rabu 14 Agustus 2019.

Menurut dia, pengurus PKK harus terlibat aktif menjalankan program Kampung KB. Tujuannya, supaya laju pertambahan penduduk dapat direm, ketahanan dan pemberdayaan keluarga dapat terwujud, dan permasalahan lain dalam keluarga bisa diselesaikan.

"Program KB dicanangkan untuk menekan terjadinya ledakan penduduk pada tahun-tahun mendatang sesuai dengan fungsinya, yaitu penyuluhan, pendataan dan penggerak. PKK dapat mulai dari unit keluarga terkecil untuk menentukan keberhasilan program ini," ucapnya.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat Sukaryo Teguh Santoso menambahkan,  Kampung KB adalah satuan wilayah setara dusun atau RW yang di dalamnya terdapat keterpaduan antara program kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga, dengan program-program sektor lainnya dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan masyarakat di wilayah tersebut. (*)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT