4 Hal Seputar Kematian Briptu Hedar: Diculik-Telepon Misterius
TEMPO.CO | 14/08/2019 06:58
Anggota Polri mengusung peti berisi jenazah Briptu Hedar (24) yang menjadi korban penculikan dan penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Agustus 2019
Anggota Polri mengusung peti berisi jenazah Briptu Hedar (24) yang menjadi korban penculikan dan penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Agustus 2019. Atas jasanya, Hedar pun diberi kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat dari Brigadir Polisi Satu menjadi Brigadir Polisi. ANTARA/Abriawan Abhe

TEMPO.CO, Jakarta - Brigadir Polisi Satu atau Briptu Hedar ditemukan tewas setelah diduga disandera oleh kelompok bersenjata di Papua pada Senin, 12 Agustus 2019. Berikut fakta-fakta kejadian tersebut:

1. Berawal dari penculikan

Hedar diculik pada 12 Agustus 2019 sekitar pukul 11.00 WITA. Sebelum peristiwa penyanderaan itu, Ia ditelepon oleh seseorang. Panggilan itu yang membuat Hedar dan rekannya, Bripka Alfonso Wakum, menuju Kampung Usir, dekat Kampung Mudidok, Kabupaten Puncak, Papu. 

Di tengah perjalanan, ada seseorang yang memanggil Hedar. Sehingga kedua polisi ini berhenti. Hedar pun menghampiri orang yang memanggilnya. Tiba-tiba, dari dalam semak belukar muncul beberapa anggota kelompok kriminal bersenjata. Hedar disergap dan dibawa tanpa bisa melakukan perlawanan.

2. Ditemukan tewas

Tak lama sejak informasi penyanderaan tersiar, Hedar ditemukan tewas. Dari hasil autopsi, diketahui Hedar ditembak mati di bagian kepala belakang. 

"Almarhum ditembak kepala bagian belakang saat berusaha melarikan diri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo melalui keterangan tertulisnya hari ini, Selasa, 13 Juli 2019.

Atas kematian Hedar, Polri pun memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada almarhum. "Ya anggota Polri yang gugur mendapat kenaikan pangkat luar biasa, dinaikkan pangkat satu tingkat lebih tinggi," ujar Dedi.

3. Panggilan Telepon untuk Hedar Jadi Bukti Kuat

Polisi menyatakan Hedar sempat mendapat panggilan telepon dari seseorang sebelum disergap, disekap, dan ditembak mati oleh kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Puncak, Papua.

Panggilan itu yang membuat Hedar dan rekannya, Bripka Alfonso Wakum berkendara motor menuju Kampung Usir, dekat Kampung Mudidok, Papua.

“Sebelum almarhum berangkat ke sana, dia mendapat telepon dari orang untuk janjian,” kata Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Ahmad Kamal dihubungi Tempo, Selasa, 13 Agustus 2019.

Kamal menuturkan Hedar sudah beberapa bulan ditugaskan di Kabupaten Puncak, sehingga ia kenal dekat dengan penduduk. Karena itu, orang-orang juga sering meminta bantuan kepada Hedar bila terjadi sesuatu.

4. Polisi Kantongi Identitas Penelpon Hedar

Kamal mengatakan, polisi sudah mengetahui identitas penelepon Hedar. Adanya telepon misterius itu mengawali peristiwa penembakan terhadap Hedar.

"Identitas sudah diketahui," kata Kamal. Namun, ia tak mau menyebutkan identitas kedua orang tersebut. Selain itu, polisi kini tengah menelisik hubungan kedua orang itu dengan kelompok bersenjata yang diduga membunuh anggotanya.

Polisi, kata Kamal, masih mendalami motif orang tersebut menghubungi Briptu Hedar. "Apakah memang dirancang atau dia juga dipaksa untuk menelepon," kata Kamal.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT