Polri Klaim Titik Panas Kebakaran Hutan Turun Menjadi 856 Titik
TEMPO.CO | 13/08/2019 23:55
Pekerja melakukan penyekatan api di lahan gambut yang terbakar di Kumpeh Ulu, Muarojambi, Jambi, Jumat 9 Agustus 2019. Penyekatan yang dilakukan salah satu perusahaan tersebut bertujuan mencegah meluasnya sebaran titik api guna mempercepat upaya pemadaman
Pekerja melakukan penyekatan api di lahan gambut yang terbakar di Kumpeh Ulu, Muarojambi, Jambi, Jumat 9 Agustus 2019. Penyekatan yang dilakukan salah satu perusahaan tersebut bertujuan mencegah meluasnya sebaran titik api guna mempercepat upaya pemadaman dari darat dan udara yang terus dilakukan tim satgas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) setempat. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

TEMPO.CO, Jakarta - Polri mengklaim jumlah titik panas kebakaran hutan dan lahan di enam wilayah fokus kini sudah menurun. Semula terdata sebanyak 1.460 titik menjadi 856 titik pada hari ini, Selasa 13 Agustus 2019.

Keenam wilayah fokus itu adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, dari keenam wilayah itu, titik panas paling banyak masih berada di Riau.

"Sementara untuk di wilayah Kalimantan, dominasi titik panas berada di Kalimantan Barat. Dari data Polri, 5-11 Agustus 2019, titik panas di sana meningkat dari 69 menjadi 82 titik panas," ujar Dedi melalui keterangan tertulis, Selasa 13 Agustus 2019.

Sedangkan untuk wilayah Sumatera, titik panas paling banyak per hari yang sama berada di Riau dengan 82 titik. Lalu di Sumatera Selatan tersisa 8 titik dan Jambi dengan 10 titik.

Terkait dengan kebakaran hutan dan lahan itu, Polri dan TNI pun telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memetakan titik-titik api. "Kami akan terus bekerja memadamkan api di sana," kata Dedi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT