Dihujat, Susi Pudjiastuti Malah Unggah Ini
TEMPO.CO | 12/08/2019 17:07
Dihujat, Susi Pudjiastuti Malah Unggah Ini
Ekspresi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan keterangan terkait penangkapan kapal Vietnam, di Bandung, Jawa Barat, Senin, 25 Februari 2019. Dalam keterangannya Susi Pudjiastuti menyatakan protes keras terhadap tindakan Vietnam Fisheries Resources Surveillance KN-241 yang telah menerobos masuk wilayah ZEE Indonesia. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tampaknya sudah tak peduli dengan hujatan dari netizen yang dialamatkan ke dirinya dalam beberapa hari terakhir. Setelah sempat merespons tuduhan bahwa dirinya pernah menjadi buronan polisi dengan cuitan menohok, kali ini Susi Pudjiastuti memilih untuk mengunggah link berita Tempo.co yang membuatnya bungah. 

Melalui akun twiter @susipudjiastuti, menteri yang terkenal dengan jargon "Tenggelamkan!" ini mengapresiasi pujian yang diberikan oleh Gubernur Indonesia Perry Warjiyo yang menyebut Susi Pudjiastuti telah berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi. "Terimakasih Pak Perry atas complimentnya," cuit Susi, Senin, 12 Agustus 2019.

Apresiasi Susi itu disertai dengan link berita Tempo.co berjudul "Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Menteri Susi Dipuji Gubernur BI." Dalam berita itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengapresiasi kinerja Susi Pudjiastuti yang dapat terus meningkatkan potensi perikanan di Indonesia. Menurut dia, sektor perikanan itu berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Saya kira kita terima kasih kepada Bu Susi, bahwa ikan di Indonesia semakin banyak. Sudah berkembang, banyak anak-anaknya, banyak cucu-cucunya," kata Perry dalam peringatan 53 tahun Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bertema Transformasi Ekonomi di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat, 9 Agustus 2019.

Menurut dia, Menteri Susi juga menjaga dan mendidik agar nelayan bisa menangkap ikan dengam cara yang ramah lingkungan. "Banyak produk hasil fishery yang tentu saja kalau kita lakukan tranformasi, bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Selama menjabat sebagai Menteri KKP, Susi Pudjiastuti berhasil mencatatkan Produk Domestik Bruto atau PDB perikanan selalu di atas rata-rata PDB nasional dan PDB pertanian. Susi bahkan berharap PDB perikanan terus bisa dipertahankan.

"Dan dengan pilar keberlanjutan yang terus kami jaga, kami berharap PDB tahun depan, tahun depannya, terus dengan ekonomi yang membaik tentunya, ini bisa di atas 6 persen, nasional nanti 6, kita di atas 6 atau 6,8 persen, saya pikir itu hal yang sangat menggembirakan kita semua," kata Susi di kantornya, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.

 

Sebelumnya, Susi Pudjiastuti sempat geram dengan...

 

tudingan yang dilontarkan akun Twitter @faizalassegaf di berbagai media yang menyebut Susi sebagai Ratu Bajak Laut dan pernah jadi buronan polisi. Tak tinggal diam, Susi pun menyemprot netizen yang menuduhnya sembarangan di Twitter, sambil melampirkan berita lima tahun silam dari Tempo.co.

"Makanya BACA lengkap sampai dengan selesai!!!! Sebelum menghujat orang sembarangan!!!!," tulis Susi di akun Twitternya @susipudjiastuti sambil mengunggah berita Tempo.co pada Ahad, 11 Agustus 2019.

Dalam berita berjudul Menteri Susi Ternyata Pernah Jadi Buronan Polisi yang tayang pada 11 November 2014 itu, Susi Pudjiastuti mengaku pernah diburu oleh aparat sebuah kepolisian resor di Sumatera Utara karena ketahuan membawa 5 ton solar bersubsidi dari Medan ke Simeuleu, Aceh. Hal itu dia sampaikan saat bertemu dengan sejumlah pengusaha perikanan di kantornya.

Susi menjelaskan, dirinya saat itu tidak berniat menyelundupkan solar, yang seharusnya digunakan oleh nelayan kecil. "Solar itu  justru saya berikan untuk nelayan di Simeuleu, karena di sana susah mendapatkannya," katanya.

Namun, setelah disemprot Susi Pudjiastuti, akun Twitter @faizalassegaf tak juga jera. Hari ini kembali melempar tudingan ke Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. "Emang pengakuan itu datang dari Susi dan memfitnah pihak Polri bhw dirinya mau diperas Rp 100 jt. Sadar Bu, jabatan menteri beda dgn pengusaha yg suka ugal2an & ngawur!," tulis akun itu Senin, 12 Agustus 2019.

HENDARTYO HANGGI

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT