Anies Baswedan Ijinkan Lapak Hewan Kurban di Trotoar, Warga Resah
TEMPO.CO | 11/08/2019 02:52
Lapak dagangan kambing kurban di trotoar Jalan K.H. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 10 Agustus 2019. TEMPO/Lani Diana
Lapak dagangan kambing kurban di trotoar Jalan K.H. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 10 Agustus 2019. TEMPO/Lani Diana

TEMPO.CO, Jakarta -Sejumlah warga menilai penjualan hewan kurban terutama kambing di trotoar Jalan K.H. Mas. Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat mengganggu banyak orang.

Penilaian ini bahkan dilontarkan oleh seorang warga Bogor, Muhamad Anwari, 24 tahun. Disebutkannya ketika sedang mengendarai motor, dirinya beberapa kali hampir menyerempet pejalan kaki yang berjalan di pinggir jalan raya yang tergeser hewan kurban di trotoar tersebut.

"Takut ketabrak orang yang lalu lalang jalan liat kambing, anak kecil, nanti kami (pemotor dan pemobil) yang disalahkan," kata Anwari ketika ditemui Tempo di Jalan K.H. Mas Mansyur, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 10 Agustus 2019.

Anwari mengatakan, pemerintah DKI seharusnya menertibkan pedagang kambing yang membuka lapak di atas trotoar. Berjualan kambing, tambah dia, lebih baik dilakukan di lahan kosong yang luas di dalam permukiman.

Selain membahayakan anak kecil, pengendara pun terganggu. Dari pantauan Tempo pukul 18.40 WIB, semua pejalan kaki harus menggunakan jalan raya sebagai akses jalan. Penjual kambing tampak terjaga di kiri dan kanan jalan tersebut.

Lapak yang berdiri di trotoar Jalan K.H. Mas Mansyur tak cuma menawarkan kambing. Ada juga tenda tempat makan pecel lele hingga penjual bendera merah putih bertengger di trotoar.

Warga lain, Yudi Agustian, menganggap tak pantas keputusan untuk menjual kambing di trotoar. Yudi yang sedang makan rujak di sekitaran lokasi penjual kambing itu mencium bau tak sedap. "Kalau lagi lewat bau," ujar pria 45 tahun itu.

Meski demikian, Yudi memaklumi aktivitas jual-beli di sana. Sebab, penjual kambing yang berbondong-bondong menduduki trotoar hanya bersifat musiman. "Enggak pantes cuma maklumi aja," ucap warga Karet, Jakarta Pusat ini.

Di sepanjang Jalan K.H. Mas Mansyur tampak juga seorang ibu-ibu dan keluarganya sedang berjalan di malam ini. Dia mengaku baru melewati jalan itu menuju lokasi kondangan. Wanita yang tak mau disebutkan namanya ini juga merasa terganggu.

"Terganggu. Memang fungsinya trotoar bukan buat jualan (hewan kurban), tapi jalan," kata dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan diskresi kepada wali kota untuk memperbolehkan pedagang hewan kurban yang berjualan di trotoar jalan jika tidak ada lokasi alternatif lain. Maraknya penjualan hewan kurban ini dalam rangka memperingati Idul Adha yang jatuh pada 11 Agustus 2019.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT