Karena Tak Ikuti Teknologi, Bisnis Jusuf Kalla Pernah Bangkrut
TEMPO.CO | 07/08/2019 12:42
Wakil Presiden Jusuf Kalla berbicara dalam acara Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Wakil Presiden Jusuf Kalla berbicara dalam acara Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengenang saat sejumlah usahanya harus gulung tikar. Ia menilai hal itu akibat tidak mengantisipasi perubahan gaya hidup masyarakat dan perkembangan teknologi.
 
JK menuturkan ia pernah membuka usaha pangkas rambut (barbershop) di Makassar. Namun perusahaan ini tidak panjang umur lantaran kurang sigap mengikuti perubahan gaya hidup.
 
"Tapi perubahan hidup langsung mati ini warung. Semua (mengikuti) The Beatles, semua orang menjadi rambut gondrong, tukang cukur tidak laku lagi, dari yang cukur tiap dua minggu sekarang cukurnya jadi enam bulan sekali. Langsung mati barbershop," katanya saat memberikan pidato kunci di seminar Market Outlook Mandiri Beyond Wealth di Ballroom Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019.
 
Selain bisnis cukur, JK pernah rugi besar saat menjalani usaha telekomunikasi yang investasinya mencapai US$ 400 juta di tahun 1990-an. Perusahaannya bergerak di bidang layanan penyambungan kabel telepon bawah tanah di kawasan Indonesia Timur.
 
JK berujar ia pernah mengikuti seminar di Bandung dan Amerika yang isinya tentang perkembangan teknologi komunikasi ke depan. Pemateri dalam seminar itu sama-sama mengatakan jika beberapa tahun ke depan semua transaksi dan komunikasi terjadi 'di dalam saku'.
 
"Saya gak percaya, saya jalani terus bisnis telepon yang pakai kabel dan begitu masuk ke tahun 2000-an gak ada lagi yang pakai telepon (berganti handphone). Saya rugi," ujar Kalla.
 
 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT