Wagub Jabar Akan Tindak Petambang Nakal
TEMPO.CO | 04/08/2019 09:59
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum bertemu dengan 70 pengusaha tambang pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) se-wilayah Priangan Timur  di Pendopo Lama Pemkab Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Sabtu (3/8/19). (dok Pemprov Jabar)
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum bertemu dengan 70 pengusaha tambang pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) se-wilayah Priangan Timur di Pendopo Lama Pemkab Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Sabtu (3/8/19). (dok Pemprov Jabar)

INFO JABAR  - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memanggil 70 pengusaha tambang pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) se-wilayah Priangan ke Pendopo Lama Pemkab Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Sabtu, 3 Agustus 2019. Tujuannya untuk mengevaluasi aktivitas pertambangan yang merusak lingkungan.

Berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar, ada pengusaha tambang yang melanggar regulasi. Karenanya, kata Uu, pihaknya tak akan ragu mencabut izin usaha apabila tidak dievaluasi.

"Jangan mentang-mentang sudah punya izin bisa seenaknya beraktivitas, seperti melebihi batas kegiatan yang tadinya 5 hektare menjadi 7 hektare. Kami selalu mengawasi dan akan bertindak tegas bila menyalahi aturan," ucapnya.

Kepada  pengusaha tambang  jenis usaha logam, non-logam dan batuan itu, Uu meminta agar pengusaha tambang memperhatikan aspek lingkungan. Masyarakat juga diminta ikut serta mengawasi dan melaporkan apabila ada aktivitas pertambangan yang langgar regulasi.

"Masyarakat banyak yang bertanya sejauh mana kepedulian Pemprov terhadap kerusakan lingkungan oleh pengusaha tambang yang masih bandel. Mudah-mudahan pertemuan ini mampu menjawab apa yang ditanyakan masyarakat," katanya.

Uu memastikan akan memanggil dan menindak pengusaha tambang yang tidak punya izin. Ia mengaku sudah mengantungi pengusaha-pengusaha tambang ilegal. "Kami secara bertahap juga terus melakukan penertiban dibantu Kepolisian, TNI dan Satpol PP," katanya. (*)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT