Cak Imin Bertemu Mahasiwa Disabilitas Penemu Lima Aplikasi
TEMPO.CO | 03/08/2019 06:48
Wakil Ketua MPR RI  Muhaimin Iskandar menerima kunjungan Anjas Pramono, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Brawijaya Malang. Pertemuan berlangsung Jumat, 2 Agustus 2019, di Ruang Kerja Wakil Ketua MPR, gedung Nusantar
Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar menerima kunjungan Anjas Pramono, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Brawijaya Malang. Pertemuan berlangsung Jumat, 2 Agustus 2019, di Ruang Kerja Wakil Ketua MPR, gedung Nusantara III lantai 7 Komplek MPR/DPR/DPD RI.

INFO NASIONAL - Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar menerima kunjungan Anjas Pramono, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Brawijaya Malang. Pertemuan berlangsung Jumat, 2 Agustus 2019, di Ruang Kerja Wakil Ketua MPR, gedung Nusantara III lantai 7 Komplek MPR/DPR/DPD RI. Ikut hadir pada pertemuan tersebut, Ketua Fraksi PKB MPR Jazilul Fawaid.

Anjas merupakan satu-satunya Ketua PMII yang difabel. Tetapi dalam keterbatasannya itu, ia mampu menciptakan lima aplikasi yang berguna bagi sesama difabel. Kelima aplikasi yang diciptakan Anjas adalah market place bagi para difabel dan UMKM, belajar mengaji bagi para difabel, cara mencari tempat-tempat yang nyaman bagi para difabel serta bahasa verbal bagi para difabel, dan sarana transportasi bagi kaum disabilitas.

Anjas bertemu Wakil Ketua MPR untuk menyampaikan laporan terkait undangan dari pemerintah Amerika. Rencananya, pada September mendatang, ia akan memenuhi undangan White House untuk mempresentasikan beberapa aplikasi yang sudah dibuatnya.

Saat bertemu dengan media, Muhaimin menyatakan kebanggaannya kepada Anjas. Selain disabilitas yang berprestasi, menurut Muhaimin, Anjas adalah kader Nahdlatul Ulama yang patut didukung. Apalagi, ia merupakan ketua PMII, salah satu organisasi otonom NU yang pernah dipimpin Muhaimin.

“Saya bangga kepada Anjas. Dia adalah penemu lima aplikasi dan satu-satunya pimpinan PMII yang menderita disabilitas. Padahal, untuk menjadi Ketua PMII di Universitas Brawijaya butuh perjuangan dan mental baja. Tetapi Anjas memiliki semua itu," kata Muhaimin menambahkan.

Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, berharap bangsa Indonesia bisa ikut bangga terhadap prestasi yang diraih Anjas. "Kita juga terus mendorong agar ia mampu menciptakan aplikasi-aplikasi lain, baik yang diperuntukkan bagi kaum difabel maupun masyarakat normal lainnya. Apalagi prestasi yang diraih Anjas juga sudah dihargai oleh internasional," katanya. (*)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT