Suami Larang Istri Makan karena Ingin Tubuhnya Langsing
TEMPO.CO | 28/07/2019 19:30
Catherine menjadi korban kekerasan rumah tangga setelah dilarang makan sampai kelaparan karena suaminya ingin tubuhnya langsing.[Mirror.co.uk]
Catherine menjadi korban kekerasan rumah tangga setelah dilarang makan sampai kelaparan karena suaminya ingin tubuhnya langsing.[Mirror.co.uk]

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang istri di Skotlandia menjadi korban kekerasan rumah tangga dan dilarang makan oleh suaminya karena ingin memiliki tubuh langsing.

Matthew Hartley memaksa istrinya Catherin agar membatasi makan istrinya selama 12 tahun. Dia mengaku badanya menjadi sangat kurus bahkan bisa memakai pakaian bocah tujuh tahun.

Dikutip dari Mirror.co.uk, 28 Juli 2019, Catherine dari Irvine yang berusia 32 tahun, memiliki ukuran 12 (ukuran tubuh standar Inggris) ketika dia menikah dengan Hartley, dan telah mengklaim Hartley membatasi asupan makanannya untuk mewujudkan mimpinya memiliki pasangan ukuran nol.

"Dia menolak membiarkannya makan karena tidak ingin punya pasangan gemuk," menurut laporan The Daily Record.

Catherine mengatakan menjadi sangat kurus sehingga ketika dia berbaring tulangnya sakit.

Catherine dan suaminya Matthew Hartley, yang melarangnya makan agar istrinya langsing serta melakukan aksi kekerasan lain.[Mirror.co.uk]

Sekarang Catherine mengatakan dia merasa dikecewakan oleh sistem peradilan setelah Hartley berjalan bebas dari pengadilan meskipun dinyatakan bersalah atas serangan terhadapnya.

Dalam salah satu serangan, Hartley mencekik lehernya dan mengangkatnya dari lantai, sebelum melemparkannya ke seberang ruangan dan kemudian duduk di atasnya dan berusaha mencekiknya.

"Dia bilang aku gemuk jadi dia melakukan diet. Dia menginginkan istri ukuran 0," kata Catherine.

"Jika aku makan sebelum tidur, dia memaksaku untuk tidur di sofa karena dia tidak suka bau makanan pada saya."

"Saya menjadi sangat kurus sehingga ketika saya berbaring di kasur, tulang saya sakit."

"Pada akhirnya, saya mengenakan pakaian anak perempuan usia tujuh tahun."

"Suatu hari kami makan bersama keluarga saya di ruang tamu mereka dan saya memintanya untuk mengambil makanan karena saya lapar.

Hartley memegang lehernya sampai kakinya terangkat, kemudian melemparkan tubuhnya ke lantai, ungkap Catherine.

Catherine, korban kekerasan dalam rumah tangga.[Mirror.co.uk]

Catherine mengatakan Hartley senang mempermalukannya dan pada suatu hari antara Juni dan Agustus 2009, dia mencengkeram lehernya dan mengangkatnya keluar dari mobil sebelum menjatuhkannya ke tanah.

"Dia juga memergoki saya merokok, jadi dia melepaskan gaun baju saya dan mendorongku keluar ke balkon dan mengunci pintu," papar Catherine.

Pasangan itu bertemu ketika Catherine baru berusia 15 dan Hartley berusia 25. Dia mengatakan Hartley mendekatinya dengan membelikan rokok dan alkohol.

Pasangan itu menikah pada Oktober 2006 tetapi Catherine mengatakan bahwa perilaku abusifnya bahkan berlanjut di pernikahan mereka.

Catherine mengatakan pelecehan semakin memburuk ketika dia hamil pada tahun 2012.

"Saya menderita sakit punggung selama kehamilan saya dan suatu kali, ketika saya memintanya untuk menggosok punggung saya, dia menendang saya dari tempat tidur, mengatakan lagi bahwa saya menjijikkan dan gemuk," katanya.

Pasangan itu berpisah pada Agustus 2017 dan bercerai pada bulan April tahun ini.

Bulan yang sama, Hartley, 42 tahun, dinyatakan bersalah di Pengadilan Sheriff Kilmarnock atas tiga tuduhan penyerangan terhadap Catherine antara Januari 2004 dan November 2016.

Tetapi pada bulan Mei, Hartley berjalan bebas dari pengadilan setelah membayar jaminan dengan pengawasan 12 bulan dan ditambahkan ke daftar pelanggar seks selama 12 bulan.

The Daily Record telah menghubungi Hartley, yang Edinburgh tinggal di Edinburgh, namun tidak merespons.

Juru bicara kehakiman Skotlandia Tory Liam Kerr mengatakan pelecehan domestik Hartley seharusnya dijatuhkan hukuman penjara.

Selain tuduhan kekerasan rumah tangga terhadap mantan istri, Hartley dihukum karena melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan lain antara Desember 2010 dan Januari 2011.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT