Awasi Sampah di TPA Rawakucing, Tangerang Pakai Smartbox
TEMPO.CO | 27/07/2019 20:59
Ilustrasi sampah. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Ilustrasi sampah. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup Tangerang menggunakan Smartbox untuk mendata volume sampah yang dibuang ke TPA Rawakucing setiap hari.

Kepala Seksi Pengurangan Sampah DLH Tangerang, Dika Agus Hermaji di Tangerang, Sabtu menuturkan, Smartbox dilengkpai dengan CCTV dan terkoneksi dengan aplikasi Sitimbang.

Tujuannya adalah untuk mencatat setiap truk yang masuk dan keluar. Termasuk nomor polisi dari truk tersebut serta identitas supir maupun kernetnya.

Alat ini diletakkan di pintu masuk TPA Rawakucing. Sehingga setiap truk sampah yang datang akan melewati pendataan alat ini.

Setiap hari, sebanyak 320 armada truk membuang sampah dari 104 Kelurahan di Tangerang. Setiap truk membuang sampah maksimal lima ton. Seluruh sampah yang terbuang didata melalui alat ini.

"Jadi, setelah selesai pendataan maka nantinya alat ini mengeluarkan struk untuk penukaran bahan bakar sebagai operasional kendaraan tersebut," ujarnya seraya mengatakan jika Smartbox juga bagian dari pemanfaatan teknologi informasi.

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah mengeluarkan himbauan pembatasan penggunaan kantong plastik kepada ritel dalam rangka menindaklanjuti mandat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 disebutkan pada pasal 9 ayat 1 Pemerintah Kabupaten /Kota memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan dan strategi pengolahan sampah.

Kemudian juga melakukan pembinaan dan pengawasan kinerja pengolahan sampah yang dilaksanakan oleh pihak lain.

Upaya Pemkot Tangerang dalam mengurangi sampah plastik juga dilakukan dengan dikeluarkannya surat himbauan oleh Wali Kota tentang penggunaan tumbler di sekolah dan kantor. Selain itu juga, kegiatan tukar Tumbler dan kantong ramah lingkungan dengan sampah anorganik di Car Free Day.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT