Jabar Bangun Pengolahan Sampah Plastik Jadi Biodiesel di 2020
TEMPO.CO | 23/07/2019 04:19
Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil, CEO Plastic Energy, Carlos Monreal, dan Wali Kota Bogor, Bima Arya, saat membuat kesepakatan soal pembangunan pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel dengan Plastic Energy di London, Inggris, Senin, 22 Juli  2019.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, CEO Plastic Energy, Carlos Monreal, dan Wali Kota Bogor, Bima Arya, saat membuat kesepakatan soal pembangunan pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel dengan Plastic Energy di London, Inggris, Senin, 22 Juli 2019.

INFO JABAR - Jawa Barat menargetkan  pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel pada 2020. Tahap awal, proyek bernilai investasi Rp 3 triliun ini akan dilakukan di lima daerah yakni Bogor, Bandung Raya, Bekasi, Tasikmalaya, dan Cirebon.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan hal itu usai bertemu dengan  CEO Plastic Energy Carlos Monreal di London, Inggris, Senin, 22 Juli 2019.

“MoU sudah kita buat lama. Hari ini kita sepakati langsung dengan CEO-nya, kita akan menyediakan lahan untuk mereka (Plastic Energy) sewa, mempercepat proses perizinan, lalu kita sediakan sampah plastik di luar botol plastik untuk diolah menjadi energi berupa green diesel,” katanya.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil,  menyatakan keberadaan pengolahan sampah plastik menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah sampah plastik, terutama di sungai Citarum dan laut. Dirinya sudah menyampaikan rencana tersebut kepada Presiden Joko Widodo dan disetujui.

“Selama ini kan kita mengkampanyekan pemilahan sampah plastik, namun ke mana sampah plastik yang sudah dipilah itu belum ada solusinya. Nah, dengan adanya plastic energy jadi teratasi,” ucapnya.

Tahap awal, daerah yang menjadi lokasi di Bogor berada di Galuga dengan luas 20 hektare, sedangkan Bandung Raya di kawasan Gedebage dengan luas 10 hektare. Menurut dia, nilai investasi satu lokasi mencapai Rp 630 miliar. Dia pun menargetkan proses pengkajian sampai perizinan selesai pada akhir 2019, sehingga pembangunan bisa dimulai Januari 2020.

“Selama ini kan tipping fee jadi persoalan,” ujarnya.

Karenanya, Emil menjelaskan terdapat dua cara penyerahan sampah plastik ke Plastic Energy. Pertama adalah sampah plastik murni. Kemudian, sampah campur yang nantinya dipilah oleh Plastic Energy. Dari 1.000 ton sampah, sekitar 100 ton sampah plastik yang diambil.

CEO Plastic Energy, Carlos Monreal, mengatakan bahwa satu ton sampah plastik dapat menghasilan 85 liter biodiesel. “Green diesel yang dihasilkan bisa dipakai untuk mobil, truk. Truk pengangkut sampah pakai ini juga,” katanya.

Dia pun berharap proses perizinan yang lainnya dapat segera selesai. “Kami bisa mulai bangun konstruksi awal 2020,” ucapnya.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, menyatakan proyek ini sejalan dengan kebijakan pemilahan sampah. Dia pun akan berkoordinasi dengan Pemkab Bogor. Karena, untuk pemenuhan kebutuhan sampah 100 ton per hari tidak bisa dipenuhi oleh pihaknya. “Sampah plastik kita (Kota Bogor) per hari 84 ton,” ujarnya. (*)

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT