Menteri Susi Juga Ancam Tenggelamkan Pembuang Sampah Plastik
TEMPO.CO | 21/07/2019 11:54
Ekspresi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan keterangan terkait penangkapan kapal Vietnam, di Bandung, Jawa Barat, Senin, 25 Februari 2019. Dalam keterangannya Susi Pudjiastuti menyatakan protes keras terhadap tindakan Vietnam
Ekspresi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan keterangan terkait penangkapan kapal Vietnam, di Bandung, Jawa Barat, Senin, 25 Februari 2019. Dalam keterangannya Susi Pudjiastuti menyatakan protes keras terhadap tindakan Vietnam Fisheries Resources Surveillance KN-241 yang telah menerobos masuk wilayah ZEE Indonesia. ANTARA

TEMPO.CO, JakartaMenteri kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengancam akan menenggelamkan pembuang sampah plastik ke laut. Pasalnya, mayoritas sampah plastik di Indonesia kerap berakhir di lautan dan mencemari sumber daya perikanan Tanah Air.

Susi mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan laut sebagai masa depan bangsa. Setelah dalam periode sebelumnya Susi menggalakkan soal anti-illegal-fishing, di berikutnya ia menyebut pentingnya menolak sampah plastik.

"Pencuri ikan sudah kita tenggelamkan. Sekarang pencuri ikan pergi, datanglah sampah plastik. Pembuang sampah plastik juga harus kita tenggelamkan," ujar Susi kala mengikuti rangkaian Pawai Bebas Sampah Plastik dari Bundaran Hotel Indonesia ke Taman Aspirasi Monumen Nasional, Jakarta, Ahad, 21 Juli 2019.

Susi mengatakan sampah plastik saat ini masih sangat banyak kendati sudah ada beberapa daerah yang melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai. Sehingga, ia membayangkan kalau penggunaan plastik itu tidak dikurangi maupun tidak dilarang.

"Wilayah Indonesia 71 persen laut. Kalau tidak dijaga maka sampah plastik yang dibuang 70 persen berakhir di laut," tutur Susi. Padahal, kata dia, masyarakat Indonesia memerlukan laut yang indah, berikut ikan segar sebagai sumber protein agar menjadi pintar dan sehat. "Kalau tidak, nanti protein kita malah dari plastik, mau tidak?"

Sejak pagi hari, Susi sudah ikut Pawai Bebas Sampah Plastik. Gerakan tersebut bertujuan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di Indonesia. Susi tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB.

Menggunakan kaus berwarna biru tua dan celana hitam dipadu dengan syal berwarna kombinasi hijau biru, ia langsung berbaur dengan rombongan pawai. Dalam pawai itu, tampak Susi didampingi oleh anak-anaknya, Nadine Kaiser dan Alvy Xavier yang kompak mengenakan kaus Pandu Laut Nusantara berwarna putih dan celana hitam.

Setibanya di lokasi, Susi belum berorasi. Ia hanya menyapa para peserta dan berjabat tangan. Ia pun menyempatkan diri berfoto, sebelum mengangkat sebuah spanduk bertuliskan 'Tolak Plastik Sekali Pakai'. Sekitar pukul 07.15 WIB, rombongan pun bergerak menuju ke titik akhir yaitu Taman Aspirasi Monumen Nasional.

Sepanjang perjalanan pawai dipandu oleh seorang orator yang kerap menyerukan, "tolak plastik sekali pakai," kata dia. Sang orator pun mengatakan bahwa gerakan ini kan terus dilakukan hingga penggunaan kresek di Indonesia berkurang. "Gerakan ini adalah gerakan terbesar di Indonesia dan tidak akan berhenti. Doakan 500 kilo ini tahun demi tahun akan berkurang tahun demi tahun sehingga 2020 tak ada lagi kantong plastik, berkurang minimal 70 persen."

Acara pawai bebas sampah plastik ini digagas oleh sebanyak 49 komunitas dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Mereka menuntut perusahaan berhenti memproduksi atau menggunakan plastik sekali pakai.

"Aksi yang akan kami lakukan bersama dengan 49 kolaborator lainnya ingin mengingatkan masyarakat dan korporasi untuk berubah," kata juru kampanye urban Greenpeace, Muharram Atha Rasyadi, di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, kemarin. Salah satu yang didorong untuk diubah adalah pengelolaan sampah plastik agar lebih bijak.

LANI DIANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT