Begini Kronologi Penembakan Personel TNI di Nduga Papua
TEMPO.CO | 21/07/2019 08:59
Ilustrasi TNI AD. Tempo/Suryo Wibowo
Ilustrasi TNI AD. Tempo/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang anggota TNI bernama Prada Usaman Hambela gugur ditembak kelompok bersenjata di Nduga, Papua. Kejadian tersebut terjadi pada 20 Juli 2019 sekitar pukul 14.10 WIT.

"Gerombolan separatis Nduga kembali berulah, seorang anggota pengamanan pembangunan Trans Papua gugur," ujar Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi melalui keterangan tertulis, Ahad, 21 Juli 2019.

Aidi menceritakan, kejadian tersebut berawal ketika anggota TNI yang mengamankan pembangunan, sedang melaksanakan istirahat. Namun, secara tiba-tiba, kelompok bersenjata yang diperkirakan berjumlah empat sampai lima orang muncul dari semak belukar dan menyerang dari jarak sekitar 300 meter.

Pasukan TNI pun melawan balik. Aidi mengatakan bahwa pasukan sempat mengejar. Baku tembak antara anggota TNI dan kelompok separatis terjadi cukup singkat.

"Namun dengan pertimbangan keamanan karena medan belukar yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan," ucap Aidi.

Usai melakukan pengejaran, pasukan kembali ke tempat peristirahat. Pengecekan personel pun dilakukan dan ditemukan satu anggota atas nama Prada Usaman Hambela terkena luka tembak di bagian pinggang sebelah kanan.

Pasukan TNI sebenarnya meminta bantuan evakuasi setelah Prada Usaman tertembak. Namun, proses evakuasi terkendala karena satu-satunya sarana angkutan menuju ke lokasi hanya dengan helikopter.

Menurut Aidi, cuaca di wilayah Nduga sedang turun hujan, sehingga proses evakuasi tidak dapat dilaksanakan hingga Sabtu malam. Rencananya, evakuasi akan dilanjutkan hari ini.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT