Presiden Trump Perintahkan Investigasi Dugaan Google Disusupi Intelijen Cina
TEMPO.CO | 17/07/2019 12:28
Presiden Trump Perintahkan Investigasi Dugaan Google Disusupi Intelijen Cina
Donald Trump Twitter

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, pemerintahannya akan menginvestigasi adanya dugaan bahwa Google mendukung pemerintah Cina.

Pernyataan Trump tersebut merespons tuduhan yang dilontarkan salah satu pendiri PayPal dan pemodal ventura, Peter Thiel sebelumnya. Thiel menuding Google mungkin disusupi oleh agen intelijen Cina.

“Seorang pria hebat dan brilian yang mengetahui subjek ini lebih baik daripada siapa pun! Pemerintahan Trump akan memeriksanya! ” tulis Trump melalui akun resmi Twitter-nya @realDonaldTrump seperti dikutip dari Reuters, Rabu, 17 Juli 2019.

Trump kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa ia akan melibatkan berbagai lembaga, termasuk Departemen Kehakiman, untuk mencari bukti atas tuduhan Thiel tersebut.

Sebelumnya Thiel telah meminta FBI dan CIA untuk menyelidiki Google tentang hubungannya dengan Cina. Ia juga menuduh bahwa perusahaan tersebut bekerja dengan militer Cina.

Dalam rapat dengar pendapat subkomite Senat AS pada Selasa kemarin, 16 Juli 2019, tentang kebijakan konten Google, pejabat Google mengatakan kepada Senator Josh Hawley bahwa bisnis mereka di Cina tidaklah besar.

"Pada dasarnya di Cina, sekarang ini bisnis kami sangat kecil dibandingkan dengan perusahaan teknologi besar lainnya," ujar Karan Bhatia, Wakil Presiden Urusan Pemerintah dan Kebijakan Publik Google.

Bhatia juga menyangkal tuduhan bahwa Google telah disusupi oleh agen-agen intelijen Cina dan menolak tuduhan bahwa mereka telah menutup mata terhadap pencurian kodenya. Ia memastikan keputusan tentang kontrak dengan pemerintah AS tidak didasarkan pada tekanan dari Cina.

Lebih jauh, Bhatia menjelaskan bahwa Google telah menghentikan upaya untuk mengembangkan mesin pencari yang mematuhi aturan sensor politik Cina. Sekarang Google hanya akan meluncurkan layanan seperti itu dengan berkonsultasi dengan pemangku kepentingan utama.

Tetapi ketika ditanya para senator, Bhatia menolak untuk berkomitmen untuk tidak menyensor konten di Cina atau untuk menjalani audit pihak ketiga terhadap kebijakan moderasi kontennya.

Kurangnya komitmen menuai kritik tajam dari Senator Hawley. "Jelas kepercayaan dan kesabaran kami pada perusahaan Anda dan perilaku monopoli Anda, telah habis. Sudah waktunya untuk pertanggungjawaban," kata Hawley.

Sementara itu, Thiel diketahui secara finansial mendukung beberapa politikus Partai Republik di tingkat negara bagian dan federal, termasuk Trump dan Hawley, yang telah menyatakan keprihatinan tentang pengaruh bisnis pencarian dan periklanan Google.

Thiel berinvestasi di Facebook segera setelah pendiriannya dan merupakan direktur di perusahaan media sosial itu, yang merupakan saingan teratas Google untuk belanja iklan online. Dia juga merupakan direktur di perusahaan perangkat lunak analitik data Palantir Technologies, yang sama seperti Google, bersaing untuk mengamankan kontrak teknologi pemerintah.

BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT