Terkendala Lahan, Jabar DIminta Ikut Akselerasi Tol Cisumdawu
TEMPO.CO | 10/07/2019 12:22
Foto udara sejumlah kendaraan melintas di Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat 31 Mei 2019. Pada H-5 Lebaran arus lalu lintas di jalur alternatif Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) masih terlihat le
Foto udara sejumlah kendaraan melintas di Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat 31 Mei 2019. Pada H-5 Lebaran arus lalu lintas di jalur alternatif Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) masih terlihat lengang. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

TEMPO.CO, Jakarta  - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan Badan Pengatur Jalan Tol meminta Pemprov Jawa Barat ikut membantu akselerasi pembangunan Tol Cisumdawu (Cileunyi Sumedang Dawuan). Akselerasi itu terutama dibutuhkan di Seksi I Cileunyi-Rancakalong dan Seksi II Rancakalong-Sumedang yang masih terkendala pembebasan lahan.

Baca juga: Mudik 2019, Ruas Tol Cisumdawu Disiapkan Jadi Jalur Alternatif

"Saat ini kami sedang fokus mendorong agar penyelesaian pembebasan lahan di Tol Cisumdawu berlangsung cepat. Kami juga sudah mendapat arahan dari Pak Gubernur, kuncinya untuk seksi satu dan dua ini ada di konsinyasi lahan," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa di Bandung, Rabu 10 Juli 2019. 

Iwa menjelaskan, saat ini pembangunan seksi I Jalan Tol Cisumdawu sudah mencapai 68 persen sejumlah lahan yang dibebaskan tinggal menunggu pemberkasan. Sedangkan untuk seksi II dengan 92 persen penguasaan lahan menyisakan 34 lahan yang belum bersedia dibebaskan. "Dari 51 lahan, yang 17 sudah bersedia dilakukan pembayaran dan segera pembebasan lahan," tutur dia.

Pemprov Jabar juga akan mendorong proses pengajuan konsesi lahan Perhutani yang diajukan oleh Badan Usaha Jalan Tol Cisumdawu PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) untuk seksi VI Ujungjaya-Dawuan, izinnya bisa berlangsung cepat.

"Untuk lahan Perhutani seluas 160 hektare terkena jalan tol, ini sedang dalam proses. Kami bantu proses administrasi termasuk pergantiannya," katanya.
Iwa berharap dengan upaya ini maka seksi I dan II juga seksi III Cileunyi bisa dioperasikan akhir 2019 atau awal 2020. "Hal ini untuk menopang kemudahan akses menuju Bandara Kertajati," katanya.

Baca: Sultan HB X Tak Menolak Tol, Asal Empat Hal Ini Jadi Perhatian

Sementara itu, Direktur Teknik PT Citra Karya Jabal Tol (CKJT) Bagus Medi mengatakan seksi III sepanjang empat kilometer tersebut saat ini sudah menunjukkan progres pembangunan fisik yang signifikan. "Untuk bagian fisik saat ini sudah 74 persen dan kami siap di Oktober 2019 selesai," kata Bagus.

Dia mengatakan, percepatan pembangunan Tol Cisumdawu ini terjadi mengingat penguasaan lahan oleh CKJT di seksi tersebut tinggal menyisakan satu persen.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT