Sutopo Purwo Nugroho Disebut Contoh Nyata Pengabdi pada Negara
TEMPO.CO | 09/07/2019 01:17
Seorang kerabat membawa foto Almarhum Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho saat pemakaman di Tempat Pemakaman Umum Sonolayu, Boyolali, Jawa Tengah, Senin, 8 Juli 2019. ANTARA
Seorang kerabat membawa foto Almarhum Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho saat pemakaman di Tempat Pemakaman Umum Sonolayu, Boyolali, Jawa Tengah, Senin, 8 Juli 2019. ANTARA

TEMPO.CO, Boyolali - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Doni Monardo menyatakan bahwa Sutopo Purwo Nugroho merupakan contoh nyata sosok pengabdi kepada negara. Selain memiliki dedikasi tinggi, kata Doni, Sutopo sangat piawai dalam menjalankan tugasnya.

Baca:  Ini Wasiat Sutopo Purwo Nugroho Soal Informasi Bencana

"Ini jadi pelajaran bagi kita untuk bisa mencontoh dan mengikuti kemauan keras beliau dalam mengabdi kepada negara," kata Doni saat upcara pelepasan jenazah Sutopo di Boyolali, Jawa Tengah, Senin, 8 Juli 2019.

Sutopo adalah Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, meninggal dalam keadaan sakit kanker paru. Semasa bertugas, walaupun sudah divonis oleh dokter bahwa sakitnya sudah parah dan diperkirakan usianya tinggal 1 - 3 tahun, Sutopo , tetap memberikan informasi kepada masyarakat tentang kebencanaan.

"Beliau telah bisa menyampaikan pesan tentang kebencanaan. Mengumpulkan berita dari berbagai daerah dan masyarakat lantas menyusunnya jadi laporan yang mudah dimengerti," kata Doni sembari menambahkan bahwa Sutopo juga mampu memberikan analisa peristiwa yang terjadi, saran, dan masukan tentang apa yang perlu dilakukan saat situasi darurat.

"Pak Topo juga memiliki semangat untuk menyatukan berbagai pihak yang terlibat dalam proses kebencanaan," kata Doni. Terkait dengan penyakit kanker paru stadium 4 yang diderita Sutopo sejak 2017,  telah diberikan pengobatan yang terbaik.

Doni menyebutkan, seluruh dokter terbaik telah berupaya memberikan penyembuhan kepada Sutopo, termasuk keinginan BNPB dan keluarga yang memberangkatkannya ke salah satu rumah sakit kanker terbaik di Asia, RS Modern Guangzhou, Tiongkok.

Meski demikian, setelah melewati proses pengobatan di Tiongkok sekitar satu bulan, Sutopo dinyatakan meninggal pada Minggu, 7 Juli 2019 pukul 02.00. Almarhum wafat pada usia 49 tahun. Berasal dari Kabupaten Boyolali, Sutopo meninggalkan seorang istri dan dua putra.

Prosesi pemakaman dilakukan secara militer. Doni Monardo bertindak selaku inspektur upacara. Jenazah Sutopo Purwo Nugroho diberangkatkan ke Tempat Pemakaman Umum Sasanalayu sekitar pukul 08.40 WIB. Suara terompet mengiringi saat peti dibawa menuju mobil jenazah. Pelayat mendoakan semoga kebaikan almarhum diterima Allah SWT dan kesalahannya diampuni.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT