4 Miliarder Ini Tewas Tragis
TEMPO.CO | 06/07/2019 16:00
Chris Cline, miliarder bidang batu baru tewas dalam sebuah kecelakaan helikopter bersama putrinya. Sumber: www.forbes.com
Chris Cline, miliarder bidang batu baru tewas dalam sebuah kecelakaan helikopter bersama putrinya. Sumber: www.forbes.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kematian miliarder bidang batu bara asal West Virginia, Amerika Serikat, Chris Cline, mengejutkan publik Amerika Serikat. Cline dikenal sebagai miliarder yang suka berderma.

Cline tewas bersama putrinya, 22 tahun, bernama Kameron yang baru lulus kuliah. Keduanya meninggal pada Kamis, 4 Juli 2019, saat helikopter yang mereka tumpangi jatuh di Bahama, sebuah negara di kepulauan Karibia. Kematian Cline mengingatkan pada sejumlah miliarder yang mengalami kematian tragis.

Baca juga:Helikopter Mendarat di Tengah Kemacetan, Diduga Jemput Miliarder

1. Matthew Mellon
Miliarder bidang cryptocurrency Matthew Mellon meninggal secara mendadak pada usia 54 tahun di sebuah pusat rehabilitasi narkoba pada 16 April 2018. Mellon adalah mantan suami Tamara Mellon seorang pendiri produk mewah dan terkenal Jimmy Choo. Dikutip dari economictimes.indiatimes.com, dia mengalami serangan jantung setelah mengkonsumsi obat psychedelic untuk membantunya mengatasi kecanduan narkoba.

Mellon yang berasal dari New York, Amerika Serikat, mengembangkan kekayaannya dengan menyimpannya di investasi koin XRP. Dia menanam US$ 2 juta dan berkembang menjadi US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.

2. Barry Sherman dan Honey Sherman
Pasangan suami istri Barry dan Honey Sherman adalah pendiri usaha bidang farmasi bernama Apotex. Barry dan istrinya ditemukan tewas secara misterius di rumah besar mereka senilai US$ 98 miliar.

Barry Sherman dan Honey Sherman tewas pada 15 Desember 2017 dengan total kekayaan bersih saat meninggal sebesar US$ 3.2 miliar atau sekitar Rp 45 triliun. Mereka berasal dari Kanada.

Awalnya mereka diduga bunuh diri, namun polisi mulai mempercayai kalau keduanya dibunuh. Setelah melakukan wawancara terhadap lebih dari 200 orang dan mendalami lebih dari 2 jam rekaman kamera CCTV, tidak ada terduga yang bisa ditangkap dari dugaan pembunuhan pasangan miliarder ini.

Baca juga:Miliarder Batu Bara Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Otto Beisheim, 89 tahun, miliarder asal Jerman tewas bunuh diri setelah mengalami penyakit yang tak bisa disembuhkan. Sumber: Tim Brakemeier/DPA, via Agence France-Presse — Getty Images/nytimes.com

3. Otto Beisheim
Otto Beisheim, 89 tahun, adalah miliarder asal Jerman yang mengembangkan bisnis bidang grosir barang-barang konsumen di bawah payung usaha bernama Otto-Beisheim Group. Dia dilaporkan meninggal pada Februari 2013 di rumahnya di Bavaria, Munchen, Jerman.

Dikutip dari nytimes.com, Beisheim, yang menderita penyakit tak tersembuhkan, diduga meninggal karena bunuh diri. Beisheim meninggalkan kekayaan sebesar US$ 3.3 miliar atau sekitar Rp 46 triliun.

4. Aubrey McClendon
Forbes pernah menjadikan Aubrey McClendon, miliarder asal Oklahoma, Amerika Serikat, sebagai sampul majalah itu. McClendon yang lahir pada 1959, adalah CEO Chesapeake Energy yang bergerak dibidang gas alam.

Kerajaan bisnis McClendon mengalami masa suram saat dia menggunakan kekayaannya pada sebuah taruhan minyak dan gas alam. Di luar harapan, taruhan itu tak berjalan mulus hingga dia harus menjual seluruh sahamnya di Chesapeake Energy. Masalah yang dialami McClendon dalam bisnisnya rupanyanya sangat pelik.

Kementerian Kehakiman pada 2012 memulai penyelidikan dan mendakwa McClendon atas tuduhan konspirasi atas tawaran tender untuk sewa minyak dan gas. McClendon membantah tuduhan itu.

"Tuduhan yang telah diajukan terhadap saya hari ini adalah salah dan belum pernah terjadi sebelumnya," kata McClendon.

Sehari setelah bantahannya itu, McClendon meninggal ketika mobil Chevy Tahoe yang di kemudikannya mengalami kecelakaan di Oklahoma, Amerika Serikat, dengan menabrak sebuah tanggul saat berkecepatan tinggi.

Kepolisian belum bisa menyimpulkan apakah itu murni kecelakaan atau upaya bunuh diri yang dilakukan McClendon. Saat meninggal, jumlah kekayaan yang ditinggalkan miliarder itu sebesar US$ 3 miliar atau Rp 42 triliun.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT