Komnas HAM Desak Polri Ungkap Aktor Intelektual Aksi 22 Mei
TEMPO.CO | 06/07/2019 10:15
Polisi bersenjata lengkap menghalau massa yang anarkis di kawasan Petamburan, Jakarta Barat, Rabu, 22 Mei 2019. TEMPO/Amston Probel
Polisi bersenjata lengkap menghalau massa yang anarkis di kawasan Petamburan, Jakarta Barat, Rabu, 22 Mei 2019. TEMPO/Amston Probel

TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam mendesak Polri mengungkap aktor intelektual kerusuhan dalam aksi 21-23 Mei.

Baca juga: Polri Belum Temukan Aktor Intelektual Kerusuhan 21-22 Mei

Hal tersebut diutarakan Anam setelah Polri merilis hasil investigasi perihal peristiwa 21-23 Mei pada 5 Juli 2019. "Jadi tugas berikutnya adalah pengungkapan yang lebih terang peristiwa ini, termasuk mengungkap siapa pelaku lapangan dan pelaku intelektualnya," ujar Anam melalui pesan teks, Sabtu, 6 Juli 2019.

Anam mengapresiasi langkah kepolisian yang membuka hasil investigasi kerusuhan kepada publik. Ia menilai, dengan dibukanya informasi hasil investigasi ini menunjukkan langkah positif dalam pengungkapan, penemuan, dan membuat terang peristiwa.

Namun, Komnas HAM juga memberikan tiga catatan khusus kepada kepolisian. Pertama, mengganti kerugian yang dialami masyarakat, misalnya kerusakan warung, mobil, dan sebagainya. Kedua, memberikan akses keadilan bagi yang ditahan. Khususnya keluarga tersangka agar dapat berhubungan secara leluasa, serta adanya bantuan hukum. "Lalu, pemulihan korban. Ini juga penting," ucap Anam.

Di sisi lain, Komnas HAM, kata Anam, menargetkan bisa merampungkan hasil investigasinya pada Juli ini. Menurut dia, hasil investigasi nantinya berbentuk rekomendasi untuk dilaksanakan oleh instansi yang terlibat di dalam persoalan itu. Saat ini tim Komnas HAM masih menganalisis temuan dan laporan yang diterima, misalnya dalam bentuk video kerusuhan.

Baca juga: Tanpa LPSK, Komnas HAM Janji Lindungi Saksi Korban Rusuh 22 Mei

Anam melanjutkan, pihaknya menganalisis sejumlah video kerusuhan yang diterima Komnas HAM. Tim telah mengkonfirmasi sepuluh video yang hasilnya menunjukkan adanya dugaan pelanggaran HAM oleh anggota kepolisian.

ANDITA RAHMA | TAUFIQ SIDDIQ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT