Ombudsman Beberkan Rekaman CCTV 'Kebebasan' Idrus Marham
TEMPO.CO | 03/07/2019 23:00
Kamera CCTV. TEMPO/Arif Fadillah
Kamera CCTV. TEMPO/Arif Fadillah

TEMPO.CO, Jakarta - Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya membeberkan seluruh aktivitas Idrus Marham selama berada di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre, Jakarta Selatan, pada 21 Juni 2019. Ombudsman menilai KPK telah maladministrasi atas aktivitas politikus Golkar, kini terdakwa kasus korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau 1, tersebut. 

Baca: Kasus Idrus Marham Berobat, Ombudsman Rinci 6 Pelanggaran KPK

Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho mengatakan mendapatkan informasi kegiatan Idrus melalui kamera CCTV rumah sakit itu. Dari rekaman kamera itu, dituturkannya, Idrus sampai di lokasi pukul 11.12 menggunakan mobil bernomor polisi B 1236 SQO.

Ombudsman menampilkan rekaman CCTV dari RS MMC terkait pelanggaran administrasi pengawalan Idrus Marham.

Idrus datang tanpa rompi tahanan KPK dan tidak diborgol. Dia didampingi oleh satu orang pengawal tahanan dari Rutan KPK. "IM kemudian disambut oleh seorang pria berkacamata, menggunakan tas selempang yang diduga penasehat hukum, ajudan atau kerabatnya," ujar Teguh di kantornya, Rabu, 3 Juli 2019.

Baca: Soal Anjing Masuk Masjid, Kapolres Bogor: Mati dan Masuk BAP

Sekitar pukul 11.24, Idrus berada di depan ruang poliklinik gigi bersama pengawal tahanan KPK dan beberapa orang. Setelah keluar dari ruangan itu, Idrus bertemu isterinya Ridho Ekasari. "Terpantau dari kamera lobby utama," ujar Teguh.

Teguh mengatakan, dokter rumah sakit sebenarnya menyatakan tidak ada tindakan medis lain setelah pemeriksaan itu. Idrus hanya disarankan kembali pada 27 Juni. Namun, Teguh berujar bahwa Idrus kemudian Salat Jumat di masjid rumah sakit bersama beberapa orang, termasuk pengawal tahanan sejak pukul 12.13 hingga 12.34.

Baca: Pilu PPDB di Bekasi: Petugas Tutup dan Ganjal Pintu Ruangan

Teguh melanjutkan, Idrus Marham masuk ke area coffee shop di rumah sakit bersama pengawal tahanan KPK dan seorang pria memakai baju Polo putih, merah, dan biru. Di sana, Idrus juga bersama isterinya dan beberapa orang lain. "Saat di coffee shop, pengawal tahanan KPK meninggalkan pengawasan terhadap IM kurang lebih lima menit," ujar Teguh.

Mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, menunjukkan sebuah buku hasil karyanya dibuat selama menghuni sel tahanan KPK, sebelum menjalani pemeriksaan, di Gedung KPK, Jumat, 16 November 2018. Ia diperiksa sebagai tersangka, dalam tindak pidana korupsi kasus suap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

Teguh menambahkan, Idrus juga sempat mengantarkan tiga orang pria keluar dari coffee shop hingga kembali lagi ke sana. Pada pukul 15.48, Idrus kemudian masuk ke dalam mobil untuk kembali ke Rutan KPK. "Saat menunggu mobil jemputan, IM berdiskusi dengan beberapa orang," ujar dia.

Baca: Viral Ajakan Tak Pajang Foto Presiden, Ini Temuan KPAI di SMPN 30

Atas 'kebebasan' Idrus Marham tersebut, Ombudsman menyatakan ada enam pelanggaran administrasi. Sebanyak empat pelanggaran terkait kompetensi dan dua menyangkut pengabaian kewajiban hukum. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT