Jembatan yang Jebol di Lintas Timur Sumatera Telah Bisa Dilalui
TEMPO.CO | 03/07/2019 14:00
Jembatan yang Jebol di Lintas Timur Sumatera Telah Bisa Dilalui
Sebuah truk terjebak saat jembatan utama di lintas timur Sumatera yang menghubungkan Sumatera Selatan dan Lampung jebol pada Senin, 17 Juni 2019. Foto: Polda Sumsel

TEMPO.CO, Palembang- Lantai jembatan yang membentang di atas sungai Way Mesuji jebol sepanjang 5 meter akibat tidak dapat menahan berat beban kendaraan barang yang melintas,mini sudah bisa dilalui kembali. Berbagai jenis kendaraan telah dapat menggunakannya. Kepastian ini disampaikan (Humas) Kasubbag Media dan Komunikasi Publik Setda Ogan Komering Ilir atau OKI, Adi Yanto, Rabu, 3 Juli 2019.

BACA: Gubernur Kepri: Jembatan Batam - Bintan Diusulkan dalam APBN 2020

"Truk juga sudah bisa melintas dengan berat beban maksimal 20 ton," katanya. Sebelumnya, Untuk memperlancar lalulintas kendaraan yang menghubungkan Lampung dan Sumatera Selatan, sempat dibangun jembatan darurat dengan kemampuan maksimal 4 ton. Jembatan tersebut diperuntukkan bagi kendaraan pribadi dan sepeda motor. Sedangkan kendaraan truk dan bus dialihkan ke jalan lintas tengah Sumatera.

Sementara itu Camat Mesuji Ogan Komering Ilir, Muchlis memastikan jika jembatan sudah bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda 4 dan truk sejak Selasa kemarin. Muchlis menyebut pengerjaan jembatan putus dilakukan pihak Balai Jalan PUPR Sumsel dan Lampung. Ini karena lokasi jembatan putus sebagai penghubung di lintas timur Sumatera. "Untuk pekerjaan pemasangan plat, Double T dan pengerasan telah rampung. Juga penyambungan landasan, mulai kemarin kendaraan roda empat sudah bisa melintas” jelas Camat Mesuji Muchlis.

BACA: Jembatan Roboh di Mampang Depok, Ini Lama Pengerjaannya

Tidak hanya itu, jembatan putus sendiri diketahui merupakan jembatan tua dan di sisi kanan sudah dibangun jembatan baru. Namun jembatan baru itu belum selesai pengerjaannya. Camat Mesuji menambahkan kondisi jembatan yang baru tersebut sekarang longsor dan tidak dapat dilalui, "itulah yang kita jadikan untuk jembatan darurat mobil kecil dan motor," ucap Muchlis.

Mulai operasionalnya jembatan, disambut gembira para pengemudi Fuso yang sudah dua minggu menunggu jembatan diperbaiki sejak putus total tanggal 17 Juni silam. Marion, salah seorang sopir truk mengaku sudah merugi cukup banyak akibat rusaknya jembatan. Selain harus mengeluarkan banyak uang untuk operasional makan dan minum dia juga harus memindahkan seluruh muatan ke kendaraan lain yang menunggu di seberang jembatan arah Mesuji OKI. "Saya putuskan tidak untuk pindah ke lintas tengah karena di sana juga macet," ujarnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT