Begini Ma'ruf Amin di Mata Tetangga yang Senang Sekaligus Sedih
TEMPO.CO | 28/06/2019 21:37
Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin saat berada di kediaman bersama istri menjelang ikuti pencoblosan dalam Pemilu 2019 di Rumah Situbondo Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 17 April 2019. Tempo/aegi Adyatama
Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin saat berada di kediaman bersama istri menjelang ikuti pencoblosan dalam Pemilu 2019 di Rumah Situbondo Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 17 April 2019. Tempo/aegi Adyatama

TEMPO.CO, Jakarta - Warga Jalan Lorong 27 Kelurahan/Kecamatan Koja, Jakarta Utara, menyatakan senang mendengar putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak permohonan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang perselisihan perkara pemilu presiden pada Kamis, 27 Juni 2019. Putusan MK itu sama artinya dengan tetangga mereka bakal dilantik menjadi Wakil Presiden RI, yakni KH Ma'ruf Amin .

Tetangga Ma'ruf Amin, Yuni Saraswati, 46 tahun, mengatakan bangga ada warga setempat yang bisa menjadi wakil presiden. "Bangga ada orang yang tinggal di perkampungan jadi wapres. Apalagi Pak Kiai tinggal di depan rumah saya," kata Yuni di rumahnya, Jalan Lorong 27 RT 7/RW 8 Kelurahan/Kecamatan Koja, Jakarta Utara, hari ini, Jumat, 28 Juni 2019.

Baca: Ma'ruf Amin Jadi Wapres, Ini Kata Tukang Bakso Jalan Lorong 27

Sebelum menjadi calon wakil presiden, dia menerangkan, Ma'ruf tinggal di rumah tingkat depan rumahnya. Mantan ketua Majelis Ulama Indonesia itu sudah puluhan tahun tinggal di rumah tersebut. "Dari saya kecil tahun 1970-an beliau sudah tinggal di rumah itu."

Masyarakat sekitar mengenal sosok Maruf sebagai ulama yang ramah dan dekat dengan masyarakat. Meski mempunyai jabatan yang tinggi, Ma'ruf Amin juga hidup sederhana.

Sebelum pindah ke Jalan Situbondo karena menjadi cawapres, Ma'ruf Amin saban pagi berolahraga dengan berjalan kaki di sekitar rumahnya, Jalan Lorong 27. "Tanpa ada yang jaga. Ke Masjid juga lebih suka jalan kaki, padahal beliau punya jabatan tinggi," ujarnya.

Ma'ruf juga membuka rumahnya untuk warga. Setiap Sabtu dan Minggu di sana diadakan pengajian untuk ibu-ibu. Yuni berharap setelah menjabat wakil presiden, Ma'ruf Amin bisa sering menyempatkan diri ke Koja untuk bertemu warga.

"Saya doakan juga Pak Kiai tetap sehat dan dipanjangkan umurnya untuk menjalankan tugas negara," ucap wanita itu.

Tempo melihat kediaman Ma'ruf di Koja di kawasan perkampungan. Rumah seluas 240 meter itu juga berdekatan dengan pasar tumpah. Jarak pasar tumpah dengan kediaman Ma'ruf Amin hanya sekitar 15 meter. Pasar tumpah tersebut buka setiap hari mulai 05.00-12.00.

Adapun tetangga sebelah rumah Ma'ruf, yang juga wanita, Nani Hastuti (50) mengatakan dirinya senang sekaligus sedih mendengar Ma'ruf akan menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden Jokowi. Nani senang karena tidak menyangka tetangganya menjadi orang nomor dua di Indonesia. "Sedihnya karena jadi jarang bertemu beliau."

Baca: Selepas Munajat 212, Ma'ruf Amin Tegur MUI DKI Jakarta

Menurut Nani, Ma'ruf Amin sosok ulama yang dekat dengan masyarakat, tidak sombong, apalagi gila harta. Hal itu terlihat dari rumahnya yang sederhana dan dijadikan juga tempat pengajian. "Tokoh yang punya jabatan tapi senang tinggal di kampung seperti ini," ujarnya.

IMAM HAMDI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT