Evaluasi LRT, Perlu Tingkatkan Integrasi dengan Transjakarta
TEMPO.CO | 22/06/2019 04:51
Pekerja menyelesaikan pembangunanstasiun kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) di kawasan Cawang, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019. Stasiun LRT Cawang nantinya bakal jadi stasiun yang terbesar karena menjadi lokasi pertemuan antara kereta jurusan
Pekerja menyelesaikan pembangunanstasiun kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) di kawasan Cawang, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019. Stasiun LRT Cawang nantinya bakal jadi stasiun yang terbesar karena menjadi lokasi pertemuan antara kereta jurusan Cibubur dan jurusan Bekasi Timur. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Kereta Lintas Rel Terpadu atau LRT Jakarta, Allan Tandiono mengatakan hasil evaluasi uji publik LRT Jakarta tidak ditemukan kendala. Dia mengakui selama proses uji publik semua fasilitas maupun sistem di dalam LRT beroperasi dengan baik.

"Saya rasa enggak ada kendala, semua berproses. Sekarag ini yang ditekankan adalah assessment integrasi dengan Transjakarta karena kami ingin mendorong peningkatan penumpang lebih lagi dari Kelapa Gading, Pulomas, Kayu Putih bertransportasi publik dengan LRT dan Busway menuju tengah kota Jakarta," kata Allan usai melakukan konfrensi pers di stasiun Velodrome, Jumat, 21 Juni 2019.

Baca : Pembangunan LRT, Jalan Setiabudi Tengah Ditutup Mulai Senin

Dalam upaya integrasi tersebut, Allan mengatakan saat ini baru dua stasiun yang terintegrasi dengan halte busway, yakni stasiun Velodrome dengan halte Pemuda Rawamangun.

Dari pantauan Tempo, skybridge yang menghubungkan stasiun Velodrome dengan halte Pemuda Rawamangun belum rampung 100 persen. Sementara stasiun Boulevard Utara dengan halte Pulomas belum dikerjakan sama sekali.

Allan menuturkan skibride yang menghubungkan stasiun Velodrome menuju halte Pemuda Rawamangun butuh waktu selama lima menit.

Selain itu akan diintegrasikan juga parkir bagi warga yang membawa kendaraan pribadi. Dia menyebut semisal di stasiun Velodrome, warga bisa menggunakan area parkir Velodrome begitu juga dengan stasiun Boulevard Utara warga bisa memarkir kendaraannya di mal Kelapa Gading.

Warga berada di kereta LRT saat uji coba publik di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. TEMPO/Tony Hartawan

Lebih lanjut, Daud Jacob mengatakan dengan adanya LRT diharapkan integrasi dengan Transjakarta lebih maksimal terutama dalam upaya meningkatkan jumlah warga yang menggunakan trasnportasi umum.

"Jadi hari ini saya bersyukur karena punya rekan kerja seperti Pak Allan dan teman-teman LRT yang sudah membantu saya untuk menambah jumlah pelanggan. Mudah-mudahan target yang diberikan pak Gubernur untuk memcapai satu juta pelanggan per hari bisa tercapai di akhir tahun sesuai dengan rencana kegiatan perubahan tahun ini," ujarnya.

Jacob merinci jika LRT mengoperasikan satu kereta maka dari pihaknya akan mengoperasikan sebanyak 300 busway.

Baca : Coba LRT Bisa Tanpa Daftar Online, Begini Caranya

Menurut dia jumlah itu menyesuaikan dengan daya tampung LRT yang menampung sebanyak 270 penumpang. "Saya integrasikan 300 bus yang bekerja sama. Total jumlah pelanggan sehari sekitar 70 rbu sehingga mengambil jumlah target pelanggan LRT 14.000. Hanya 20 persen saja pelanggan Transjakarta yang menggunakan LRT. Target menjadi terlampaui, intergrasi akan berjalan baik," kata dia.


MUH HALWI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT