PPDB 2019: Orang Tua Diminta Tak Malas Cari Informasi Resmi
TEMPO.CO | 21/06/2019 02:51
Petugas memeriksa berkas pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat SMA-SMK di SMAN 2 Bandung, Jawa Barat, Senin, 17 Juni 2019. Kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Jawa Barat periode 2019/2020 sebanyak 281.950 kursi dan penda
Petugas memeriksa berkas pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat SMA-SMK di SMAN 2 Bandung, Jawa Barat, Senin, 17 Juni 2019. Kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Jawa Barat periode 2019/2020 sebanyak 281.950 kursi dan pendaftarannya dimulai serentak 17 Juni hingga 22 Juni 2019. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang tua yang akan mendaftarkan anaknya ke sekolah diminta mencermati setiap informasi perihal penerimaan maupun persyaratan. Mereka diharapkan tidak malas mencari informasi PPDB lewat situs resmi sekolah, pemberitaan, maupun datang langsung ke sekolah.

Baca: PPDB SMA: Murid Pintar Terancam Tak Dapat Kursi, Orang Tua Protes

Orang tua diminta tidak hanya mengandalkan informasi dari orang lain. "Lebih peduli lagi saat anak-anaknya melanjutkan (sekolah), lebih care, jangan kata si A gini, si B gini," kata Tim Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB SMKN 27 Jakarta, Rudiyanah, Kamis 20 Mei 2019. 

Dia menyayangkan dua orang yang akan mendaftar di sekolah itu lewat jalur prestasi harus gigit jari. Sebabnya, masa batas pendaftaran dan verifikasi telah berakhir.

Untuk jalur prestasi tingkat SMK, masa pendaftaran dan verifikasi berkas persyaratan telah berakhir dari tanggal 17 hingga 19 Juni. Sementara pada 20 Juni merupakan batas waktu lapor diri.

Baca: Kisruh PPDB, Kenapa Dinas Pendidikan Sebut Orang Tua Murid Main Judi?

"Banyak yang menanyakan tentang jadwal dan persyaratan, padahal tinggal lihat di pengumuman, kepastian jadwal. Kasihan kalau telat nanti anak-anaknya gak bisa daftar," ujar Rudiyanah.

SMKN 27 diminati cukup banyak calon siswa. Tercatat pada pelaksanaan PPDB 2018 total jumlah pendaftar mencapai 3.300 orang dengan daya tampung 540 siswa. Tahun ini masih sama 540 siswa dengan jumlah 15 kelas.

"Itu sudah terkurangi untuk jatah inklusi, prestasi, afirmasi, dan non zonasi," kata dia.

Senada dengan Rudiyanah, Panitia PPDB SMAN 1 Jakarta mengimbau agar orang tua siswa mempersiapkan persyaratan dengan baik. Seperti mengetahui nilai hasil ujian nasional dan batasan nilai dari sekolah yang dituju.

Baca: PPDB SMA Gaduh, Ini Kata Wali Kota Depok

Pemahaman itu ditujukan agar anak-anaknya tidak memaksakan menuju satu sekolah tertentu saja dan terlempar akibat nilai yang belum memenuhi persyaratan. "Kalau memang NEM rendah jangan dipaksakan ke sekolah NEM tinggi karena dengan sendirinya tereliminasi," kata anggota tim PPDB SMAN 1 Jakarta, Iman.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT