Sri Mulyani Yakin BI Akan Melonggarkan Suku Bunga Acuan
TEMPO.CO | 12/06/2019 18:49
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah), didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan), dan Gubernur BI Perry Warjiyo saat menyampaikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 16 November 2018. Keterangan pers ini terkait Paket Kebij
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah), didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan), dan Gubernur BI Perry Warjiyo saat menyampaikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 16 November 2018. Keterangan pers ini terkait Paket Kebijakan Ekonomi XVI. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghargai langkah-langkah Bank Indonesia bersama pemerintah yang fokus mengelola dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah gejolak global saat ini.

Baca juga: BI Beri Sinyal Turunkan Suku Bunga, Bagaimana Respons Perbankan?

Sri Mulyani meyakini, BI juga akan menyesuaikan dengan kebijakan negara-negara lain pada saat kondisi negara-negara maju berubah. "Termasuk direction dari kebijakan moneter serta adanya tanda-tanda pelemahan ekonomi, saya rasa BI juga akan melakukan adjusment atau penyesuaian situasi dari stand policy moneternya," kata diai di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan, Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memastikan, akan menghormati setiap kebijakan yang diambil Bank Indonesia ke depan. Hal itu, karena Sri Mulyani melihat Bank Indonesia selalu menggunakan policy mengenai suku bunga, maupun makro Prudential.

"Dua-duanya sangat membantu dalam membantu perekonomian kita. Jadi kita lihat saja apa yang akan dilakukan oleh Pak Perry (Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo)," ujarnya.

Adapun BI akan menggelar Rapat Dewan Gubernur atau RDG BI pada pekan depan, 19 - 20 Juni 2019.

Sebelumnya BI membuka ruang kebijakan moneter yang akomodatif sejalan dengan rendahnya inflasi dan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Dengan demikian, secara tersirat bank sentral bisa memangkas suku bunga acuan ke depannya.

Baca: Suku Bunga BI Dinilai Berpotensi Turun 25 Basis Poin karena..

Gubernur BI Perry Warjiyo meng­ung­kap­kan, arah kebijakan akomodatif tersebut akan diambil dengan memperhatikan sejumlah perkembangan, di antaranya kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal perekonomian domestik.

“BI akan terus mencermati kondisi pa­sar keuangan global dan stabilitas eks­ternal perekonomian Indonesia, dalam mempertimbangkan terbukanya ruang kebijakan moneter yang akomodatif sejalan dengan rendahnya inflasi dan perlunya mendorong ekonomi dalam negeri,” ujar Perry, Selasa, 11 Juni 2019.

Simak berita terbaru tentang Menteri Keuangan Sri Mulyani di Tempo.co

HENDARTYO HANGGI | BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT