H+1 Idul Fitri, Jalur Puncak Mulai Dipadati Wisatawan
TEMPO.CO | 06/06/2019 12:48
Kondisi exit tol ciawi KM 48 menuju Jalur Puncak masih dipenuhi antrean kendaraan, Selasa 19 Juni 2018. TEMPO/ADE RIDWAN
Kondisi exit tol ciawi KM 48 menuju Jalur Puncak masih dipenuhi antrean kendaraan, Selasa 19 Juni 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

TEMPO.CO, Bogor – Sehari setelah hari raya Idul Fitri, kendaraan roda empat memadati Jalur Puncak, Bogor, Kamis 6 Juni 2019. Pantauan Tempo, antrean panjang terjadi sejak gerbang exit tol ciawi hingga simpang gadog. Kendaraan hanya dapat memacu kendaraan kurang lebih 5 km per jam.

Baca: Alasan Prabowo Larang Wartawan Liput Salat Idul Fitri di Kediaman

Kepala Satuan Lalulintas Polres Bogor Ajun Komisaris Muhammad Fadli Amri mengatakan, kemacetan jalur puncak tersebut sebelumnya telah diprediksi.

“Kalau untuk analisa sementara tahun ini puncak kepadatannya H+1 dan H+2, kalau hari H menurun,” kata Fadli di simpang Gadog, Kamis 6 Juni 2019.

Fadli mengatakan, kepadatan arus kendaraan di jalan raya puncak tersebut didominasi masyarakat yang hendak wisata. “Di Bogor bukan arus mudik, tapi didominasi oleh arus wisata,” kata Fadli.

Fadli mengatakan, guna mengatasi kemacetan tersebut, Petugas Kepolisian Satuan Lalu Lintas (Polantas) Polres Bogor saat ini memberlakukan sistem satu arah (SSA) sejak pukul 07.00 sampai pukul 12.00 WIB.

“Kami juga menerjunkan 180 personil. Ditambah perkuatan oleh polsek dan polres, ada sekitar 400 sampai 500 personel yang ditetjunkan,” kata Fadli.

Lebih jauh, Fadli mengatakan, sejak Rabu 5 Juni 2019, Satlantas Polres Bogor mencatat ada 31.220 kendaraan yang keluar tol Ciawi dan menuju arah Puncak dan Sukabumi. Jumlah kendaraan yang menuju wilayah tersebut jumlahnya lebih sedikit dari tahun 2018 yang mencapai 33,454 ribu atau turun sekitar tujuh persen.

Baca: Cerita Dua Pemudik Salat Idul Fitri di Kapal di Tengah Laut

Sementara arus kendaraan yang masuk ke tol Ciawi menuju Jakarta dan sekitarnya pada hari Idul Fitri tercatat sekitar 19.663 ribu lebih sedikit dari tahun 2018 yang mencapai 26.635 atau turun 26 persen.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT