Ratusan Warga Mengantre untuk Salami Jokowi di Hari Idul Fitri
TEMPO.CO | 05/06/2019 11:55
Presiden Joko Widodo menemui ribuan warga di halaman Kompleks Kementerian Sekretariat Negara yang sedang antre untuk bisa bersilaturahmi dengannya dalam acara open house Idul Fitri 1440 Hijiriah, Jakarta, 5 Juni 2019. TEMPO/Ahmad Faiz
Presiden Joko Widodo menemui ribuan warga di halaman Kompleks Kementerian Sekretariat Negara yang sedang antre untuk bisa bersilaturahmi dengannya dalam acara open house Idul Fitri 1440 Hijiriah, Jakarta, 5 Juni 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan warga rela mengantre di depan pintu Monumen Nasional Jalan Merdeka Utara untuk menyalami Presiden Joko Widodo di Istana Negara saat momen Idul Fitri 1440 Hijriah. Sebagian warga yang tak sabar berteriak meminta petugas segera membuka gerbang menuju kawasan Monas supaya mereka bisa masuk.

"Buka, buka, buka," teriak sejumlah ibu-ibu di depan gerbang Monas, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Rabu, 5 Juni 2019.

Anjali Yona, 24 tahun, adalah salah satu perempuan yang berteriak supaya petugas segera membuka pintu gerbang. Anjali datang bersama 6 saudaranya yang semuanya perempuan untuk bisa bersalaman dengan Jokowi. Perempuan asal Subang itu mengaku sudah mengantre 1,5 jam untuk bisa masuk Monas. "Panas banget ini," kata dia.

Baca: Prabowo Ucapkan Selamat Idul Fitri Lewat Facebook

Presiden Jokowi menggelar open house di hari pertama Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah di Istana Negara dari pukul 10.00-12.00 WIB. Masyarakat yang ingin bersalaman dengan Jokowi harus mendatangi titik kumpul yang sudah disediakan, yaitu di area Monas. Di area Monas mereka akan diperiksa barang bawaannya, setelah itu diantar menggunakan bus menuju Istana Negara.

Pantauan Tempo di lokasi sekitar pukul 11.00, ratusan warga sudah mengantre di depan pintu Monas. Mereka mesti menunggu giliran untuk bisa masuk area Monas untuk disterilisasi, lalu naik bus menuju Istana Negara. Sejauh ini, sudah ada dua kloter yang diantarkan dengan bus menuju istana negara.

Area menunggu yang minim tempat berteduh di sekitar pintu masuk membuat warga harus panas-panasan di bawah terik matahari siang. Sebagian warga memilih berteduh di taman sekitar pintu gerbang itu. Sebagian lagi menggunakan payung. Setiap melihat gelagat petugas akan membuka pintu kecil yang digunakan untuk akses masuk, para pengantre itu buru-buru mengerubung.

Baca juga: Dukung Toleransi, Umat Hindu di Lombok Ikut Takbiran Idul Fitri

Rosyim, 50 tahun, asal Manggarai, Jakarta, salah satu yang mengantre, juga mengeluhkan cuaca panas. Dia bercerita sempat ada warga yang pingsan saat menunggu di depan gerbang. "Tadi ada yang pingsan juga," kata dia.

Teriakan warga yang meminta gerbang dibuka dan mengeluhkan cuaca panas berbuah manis. Petugas akhirnya membuka gerbang sekitar pukul 11.20. Rosyim, Anjali dan ratusan warga yang  menunggu di depan gerbang berhamburan masuk menuju tenda warna merah-putih yang digelar di kawasan Monas.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT