Petinggi Demokrat Puji Kaesang Saat Melayat Ani Yudhoyono
TEMPO.CO | 02/06/2019 19:36
Anak Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangareb (kanan) melayat almarhumah Ibu Ani Yudhoyono di Kedutaan Besar Indonesia, di Singapura, Sabtu 1 Juni 2019. ANTARA FOTO/M N Kanwa
Anak Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangareb (kanan) melayat almarhumah Ibu Ani Yudhoyono di Kedutaan Besar Indonesia, di Singapura, Sabtu 1 Juni 2019. ANTARA FOTO/M N Kanwa

TEMPO.CO, Jakarta - Putra bungsu Presiden Joko Widodo Kaesang Pangarep menarik perhatian warganet saat melayat istri Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono di Kedutaan Besar Singapura, Sabtu 1 Juni 2019.

Baca juga: Takziah Ani Yudhoyono dengan Jins Dibully, Kaesang Minta Maaf

Dalam tangkapan kamera yang tersebar luas, tampak Kaesang mengenakan kaos lengan panjang warna biru dipadu celana jins biru muda.

Beberapa warganet pun menanggapi penampilan Kaesang yang dianggap tak sopan saat melayat itu.

"Ini pakaian bertakziah tidak sopan, yang lain pakai baju putih sopan, ini gaya apaan? Gaya orang Eropa," kata seorang netizen di akun Twitternya. Kecaman ini dibalas oleh Kaesang Pangarep dengan mengucapkan, “Maaf.”

Namun, kehadiran Kaesang justru mendapat pujian dari dua petinggi Partai Demokrat.

"Kemarin, saat Jenazah Ibu Ani dishalatkan di Mesjid KBRI, Kaesang datang. Ia antri menunggu. Saat giliran tiba, ia menunduk takzim dan mencium tangan Pak SBY. Ia bahkan akan mencium tangan EBY dan AHY tapi langsung dipeluk. Anak muda berbudi. Saya terharu menyaksikan momen itu," ujar Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik lewat twitter-nya @RachlanNashidik pada Ahad, 2 Juni 2019.

Pujian ke Kaesang Pangarep juga diungkapkan Wasekjen Demokrat Andi Arief. "Setelah shalat jenazah Ibu Ani di mesjid KBRI Singapura, ada anak muda yang sederhana setengah duduk mencium tangan Pak SBY, lalu SBY berdiri memeluknya. Anak muda itu sebelumnya mengantri bersama masyarakat untuk mendoakan Ibu Ani, anak itu namanya @kaesangp," ujar Andi lewat cuitannya @AndiArief__.

Ani Yudhoyono meninggal akibat penyakit kanker darah yang dideritanya di usia 67 tahun. Dia menghembuskan napas terakhir di National University Hospital, Singapura pada pukul 11.50 waktu setempat, kemarin. Sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Ani sempat disemayamkan di KBRI Singapura.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT