EKSKLUSIF: Kenapa Ambulans Bawa Batu Cuma Dilengkapi Tandu?
TEMPO.CO | 27/05/2019 08:18
Polisi bersama pihak pembawa ambulans partai Gerindra yang menyimpan batu dalam aksi ricuh di Tanah Abang pada Rabu dini hari, 22 Mei 2019. Dokumen Humas Polda Metro Jaya
Polisi bersama pihak pembawa ambulans partai Gerindra yang menyimpan batu dalam aksi ricuh di Tanah Abang pada Rabu dini hari, 22 Mei 2019. Dokumen Humas Polda Metro Jaya

TEMPO.CO, Jakarta - Obby Nugraha, 33 tahun, tersangka penumpang mobil ambulans Partai Gerindra yang diduga membawa batu atau ambulans bawa batu saat ricuh demonstrasi 22 Mei 2019 di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, membeberkan alasan mobil tersebut tak dilengkapi tenaga maupun peralatan medis.

Menurut Obby, di Tasikmalaya, mobil tersebut hanya diperuntukkan membawa jenazah dikala ada masyarakat maupun kader Gerindra yang membutuhkan.

Baca juga: EKSKLUSIF: Isi Sumpah Staf Gerindra Sangkal Ambulans Bawa Batu

 "Sehingga  kami tidak  adatenaga medis," kata pria yang merupakan anggota sekretariat Dewan Pimpinan Cabang Gerindra Tasikmalaya saat Tempo temui di ruangan Sub Direktorat Reserse Mobil Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jumat, 25 mei 2019.

Obby pun beralasan sama ketika Tempo menanyai ihwal tidak adanya fasilitas medis yang tersedia di dalam mobil bernomor polisi B-9686-PCF itu. Lantaran fungsinya mengangkut jenazah, kata Obby, ambulans itu hanya dilengkapi oleh blangkar alias tandu saja.

Tidak adanya fasilitas maupun tenaga medis kontras dengan peruntukan ambulans itu dikirim ke Jakarta.

Obby menjelaskan dirinya bersama Yayan, sopir; dan Iskandar, Wakil Sekretaris Partai Gerindra, berangkat ke jakarta berdasarkan instruksi dari Dewan Pimpinan Daerah Jawa Barat partainya untuk membantu mengantisipasi korban yang jatuh akibat demonstrasi 22 Mei lalu. "Kami ke jakarta hanya membawa blangkar itu saja," tutur pria beranak satu itu.

Obby bersama dua orang itu berangkat ke Jakarta pada 21 Mei 2019 sekitar pukul 20.30 WIB. Sesampainya di Jakarta, dua orang simpatisan Partai Gerindra dari Riau bernama Hendrik Syamrosa dan Surya Gemara Cibro menumpang ambulans rombongan Obby.

Belum sampai ke lokasi kericuhan, Obby dan empat orang lainnya disuruh turun dari ambulans oleh polisi. Sekitar satu jam setelahnya mereka dibawa ke Polda Metro Jaya lantaran polisi mendapati 10 buah batu yang tersimpan dalam kardus air mineral di dalam ambulans tersebut.

Belakangan, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan polisi menyita mobil ambulans yang ditumpangi Obby sebagai barang bukti. 

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Obby beserta empat orang lainnya masih diinterogasi oleh polisi ihwal keberadaan batu. Mereka belum mengaku dari mana batu tersebut berasal," kata Argo dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis 23 Mei 2019.

Kata Argo, polisi menjerat kelima tersangka ambulans  bawa batu dengan Pasal 55 dan 56 KUHP tentang turut melakukan dan membantu melakukan tindak pidana. Tak cukup dua pasal itu, ada pula jerat Pasal 170 tentang kekerasan, Pasal 212 tentang melawan aparat hukum, dan Pasal 214 tentang memaksa melawan aparat hukum. "Ancaman penjara lebih dari lima tahun," ucap Argo.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT