Kerusuhan 22 Mei: Massa Bakar Bus Polisi dan Rusak Pospol Slipi
TEMPO.CO | 22/05/2019 15:41
Bus milik Brimob terbakar di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Rabu, 22 Mei 2019. Dua bus milik Korps Brimob Polda Metro Jaya dibakar massa Aksi 22 Mei di samping Jembatan Slipi Jaya. ANTARA/Sigid Kurniawan
Bus milik Brimob terbakar di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Rabu, 22 Mei 2019. Dua bus milik Korps Brimob Polda Metro Jaya dibakar massa Aksi 22 Mei di samping Jembatan Slipi Jaya. ANTARA/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Massa yang berkumpul di Slipi, Jakarta Barat, membakar dua bus polisi dan merusak empat bus lainnya. Dalam kerusuhan 22 Mei 2019 itu mereka juga merusak spanduk Kepala Polri Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Jalan Letjen S. Parman, tepatnya depan Plaza Slipi Jaya.

"Ancurin, ancurin!" teriak massa sambil melempari pos polisi atau polpol di kawasan itu pada Rabu, 22 Mei 2019.

Simak: Demo 22 Mei, Karyawati Plaza Indonesia Khawatir Tragedi 1998

Tempo melihat kaca pospol itu hancur. Jalan tol S. Parman di jalur Gatot Subroto-Taman Anggrek dan sebaliknya sempat ditutup polisi karena massa melempari polisi yang berjaga di sisi jalan tol.

Setelah bentrok sekitar 30 menit, polisi berseragam anti-huru-hara lalu datang dan memukul mundur massa. Polisi menembakkan gas air mata.

Bentrokan awalnya terjadi di Tanah Abang pada subuh atau selepas sahur tadi. Menurut Wilman, warga Tanah Abang yang ikut bentrok, semua bermula ketika massa menuju Gedung Bawaslu RI untuk demonstrasi atas kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Sesampainya di Pasar Tanah Abang, massa ditahan oleh aparat kepolisian sehingga bentrokan tak terhindarkan.

Simak juga: Satu Jenazah Korban Aksi 22 Mei Bakal Diotopsi di RS Polri

Bentrokan terjadi hingga Rabu siang dan kerusuhan 22 Mei 2019 meluas sampai Jalan Jati Baru Raya, dekat Mabes Polri di Cideng. Hingga siang ini massa terus melempari polisi dengan batu.

M. JULNIS FIRMANSYAH 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT