Anies Baswedan Dipastikan Berada di Jakarta Pada 22 Mei
TEMPO.CO | 21/05/2019 03:21
Spanduk bersyukur atas perolehan opini WTP dari BPK dibentangkan di dalam Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu 15 Mei 2019. Gubernur Anies Baswedan diajak sejumlah pegawai DKI berfoto bersama spanduk itu. TEMPO/M Julnis Firmansyah
Spanduk bersyukur atas perolehan opini WTP dari BPK dibentangkan di dalam Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu 15 Mei 2019. Gubernur Anies Baswedan diajak sejumlah pegawai DKI berfoto bersama spanduk itu. TEMPO/M Julnis Firmansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipastikan akan berada di Ibu Kota pada Rabu, 22 Mei 2019. Pernyataan ini tertuang dalam informasi tertulis Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI.

Baca juga: Menjelang Aksi 22 Mei, Anies Bertolak ke Jepang

 

"Pada 22 Mei, Gubernur Anies sudah aktif dan berada di Jakarta," seperti dikutip dalam keterangan itu, Senin malam, 20 Mei 2019.

Anies berada di Tokyo, Jepang untuk menghadiri pertemuan Tahunan Tingkat Tinggi Gubernur Walikota Urban-20. Dia menjadi salah satu pembicara dalam pertemuan Urban 20 (U20) Mayors Summit. Topik pertemuan yang dihadiri Anies membahas soal Climate Action.

Setelah pertemuan itu, Anies bakal merayakan Hubungan Persahabatan Kota Ke-20 antara Tokyo dan Jakarta. Hubungan dua kota ini terjalin sejak 1989. Anies selanjutnya diagendakan melakukan pertemuan bilateral dengan para menteri Jepang.

Ada juga tatap muka dengan Wakil Presiden JICA, Sekretaris Jenderal United Cities and Local Governments (UCLG) World, C40 Ambassador, dan perwakilan International Finance Corporation (IFC).

"Seusai menghadiri pertemuan U20 dan Pemerintah Kota Tokyo, Gubernur Anies akan langsung menuju Jakarta pada 21 Mei."

Anies berada di Jepang sejak 19 Mei 2019. Dia pergi meninggalkan Ibu Kota di saat kondisi politik Jakarta tengah memanas. Massa dari berbagai kelompok, termasuk Persatuan Alumni 212 mengatakan akan menggelar aksi di depan KPU pada 22 Mei 2019.

Sebelum bertolak ke Jepang, Anies meninggalkan tugas untuk Dinas Kesehatan untuk menyiagakan rumah sakit di seluruh Jakarta pada 22 Mei. Dinkes mengirimkan surat edaran yang isinya mengimbau rumah sakit bersiap untuk menerima pasien rujukan dari kegiatan aksi itu.

Dinkes juga menjelaskan mengenai skema pembiayaan para pasien menggunakan BPJS Kesehatan. Jika pasien rujukan itu tak memiliki BPJS, Dinkes akan menanggung biaya pengobatan mereka.

"Jika tidak memiliki BPJS Kesehatan dapat ditagihkan kepada Dinkes," bunyi imbauan tersebut.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT