Perang Dagang, Cina Minta AS untuk Menahan Diri
TEMPO.CO | 19/05/2019 14:51
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Businessturkeytoday.com/
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Businessturkeytoday.com/

TEMPO.CO, Jakarta - Diplomat senior Cina, Wang Yi, mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bahwa kata-kata dan tindakan AS baru-baru ini telah mengakibatkan perang dagang yang merugikan kepentingan Cina dan perusahaannya. Karea itu, ia meminta Washington untuk menahan diri.

Baca juga: Cina Naikkan Tarif Impor dari Amerika, Retaliasi Perang Dagang

Berbicara kepada Pompeo melalui telepon, Wang mengatakan Amerika Serikat tidak boleh melangkah “terlalu jauh” dalam sengketa perdagangan antara kedua belah pihak. Menurutnya, Cina masih bersedia untuk menyelesaikan perbedaan melalui negosiasi, tetapi mereka harus berada pada posisi yang setara seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Ahad 19 Mei 2019.

Cina mengeluarkan nada agresif dalam perang dagangnya dengan Amerika Serikat pada hari Jumat. Negeri Tirai Bambu itu menyebutkan dimulainya kembali pembicaraan antara dua ekonomi terbesar di dunia itu tidak akan ada artinya kecuali Washington mengubah arah.

Pembicaraan selama seminggu membuat Beijing membalas pemberlakuan tarif setelah AS memulainya terlebih dulu. Para pejabat AS menuduh Cina mengingkari janji yang dibuat selama berbulan-bulan pembicaraan. Akibatnya AS memboikot salah satu perusahaan terbesar dan paling sukses di Cina, Huawei.

Amerika Serikat mengumumkan pada hari Kamis 16 Mei 2019 lalu bahwa mereka menempatkan Huawei Technologies Co Ltd, pembuat peralatan telekomunikasi Cina terbesar di dunia, dalam daftar hitam yang membuat kesulitan bagi perusahaan itu berbisnis  dengan perusahaan-perusahaan AS.

Departemen Perdagangan AS kemudian mengatakan pada Jumat bahwa mereka akan segera mengurangi pembatasan pada Huawei. AS disebutkan sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan lisensi umum sementara untuk “mencegah gangguan operasi dan peralatan jaringan yang ada.”

BISNIS

 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT