Cepu Miliki SPBU Baru Milik Lembaga Pemerintah
TEMPO.CO | 18/05/2019 12:10
Soft launching SPBU PPSDM Migas, Jumat, 17 Mei 2019,
Soft launching SPBU PPSDM Migas, Jumat, 17 Mei 2019,

INFO NASIONAL - Soft launching SPBU PPSDM Migas yang digelar Jumat, 17 Mei 2019, dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemkot Blora, Direktur BBM BPH Migas, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Ditjen Migas, Kepala PPSDM Migas, General Manager PT. Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah DIY, Retail Fuel Manager PT. Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah dan undangan lainnya.

Berlokasi di kompleks kantor PPSDM Migas Jalan Sorogo Nomor 1 Cepu, SBPU ini mempunyai luas 2.080 meter persegi bertipe SPBU DODO (Dealer Owned Dealer Operated) tipe E. Masyarakat Cepu dapat membeli produk premium, pertalite, pertamax, solar/bio solar, pertamina dex/dexlite di sana. 

Yang unik dari SPBU ini adalah, dimiliki oleh Lembaga Pemerintah yaitu Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas). SPBU ini tidak hanya digunakan untuk mengisi bahan bakar minyak warga Cepu dan sekitarnya, tapi juga sebagai sarana pelatihan dan tempat Uji Kompetensi Sertifikasi Operator SPBU.

Dalam sambutannya, Kepala PPSDM Migas, Wakhid Hasyim, mengatakan, “Karena kami ini lembaga sertifikasi di mana di salah satu sertifikasinya diberlakukan wajib, sesuai Permen Nomor 5 Tahun 2015 adalah SPBU, oleh karena itu sarana kita bangun, standar operasionalnya akan kita jaga, kita laksanakan sesuai apa yang menjadi standar Pertamina, arahan kepada operatornya service harus exellent."

Perubahan terus dilakukan sejak PPSDM Migas Cepu ini berubah menjadi Lembaga Badan Layanan Umum, di mana semua kegiatan harus lebih banyak berdampak pada masyarakat. "Harapan saya setelah dibangun, SPBU ini dapat menjadi pertumbuhan perekonomian rakyat. Pesan saya kepada operator di dalam oil and gas yang utama adalah safety,” ujar Kepala BPSDM ESDM, Wiratmaja.

Nilai investasi pembangunan SPBU ini menggunakan anggaran Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp 5,5 miliar, dengan potensi pendapatan Rp 20 miliar per tahun. (*)

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT