Wasekjen PKB Anggap Dua Nama Ini Layak Jadi Wakil Ketua DPR
TEMPO.CO | 17/05/2019 09:39
Ketua DPR Bambang Soesatyo didampingi Wakil Ketua Fadli Zon, Fahri Hamzah, Agus Hermanto dan Utut Adianto memimpin Rapat Paripurna DPR ke-16 masa sidang V di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019. TEMPO/Subekti
Ketua DPR Bambang Soesatyo didampingi Wakil Ketua Fadli Zon, Fahri Hamzah, Agus Hermanto dan Utut Adianto memimpin Rapat Paripurna DPR ke-16 masa sidang V di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Jazilul Fawaid menilai ada dua nama yang menurutnya layak menjadi calon wakil ketua DPR. Dua nama itu ialah Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan dan Ketua Fraksi PKB DPR Cucun Syamsurizal.

Baca: Di Internal Gerindra, Fadli Zon Kandidat Kuat Wakil Ketua DPR

Jazilul menganggap dua nama ini kompeten dan berpengalaman hingga layak menduduki kursi pimpinan DPR. Namun, dia mengatakan hal ini masih anggapan pribadinya. "Tapi ini pandangan subyektif saya, yang lain mungkin punya usulan sendiri," kata Jazilul kepada Tempo, Kamis, 16 Mei 2019.

Jazilul mengatakan posisi pimpinan DPR sangat strategis karena menjadi bagian dari perjuangan partai. Menurut dia, menjadi pemimpin berarti memperjuangkan bagaimana visi partai bisa masuk.

"Karena dia penghubung semua, eksekutif, antarfraksi, juga memberikan saran dan masukan kepada pemerintah. Sangat strategis," kata dia.

Partai Kebangkitan Bangsa berpotensi masuk lima besar pemenang pemilihan legislatif 2019. Berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Dewan Perwakilan Daerah atau UU MD3, posisi pimpinan DPR menjadi hak lima partai pemenang pileg 2019. Pemenang pertama berhak atas kursi ketua DPR, sedangkan empat partai lainnya mendapat posisi wakil ketua.

Baca: Komentar Partai Soal Wacana Puan Maharani Jadi Ketua DPR

Jazilul berujar, pembahasan soal kursi pimpinan DPR baru akan dibahas setelah penetapan hasil perhitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum pada 22 Mei nanti. Dia mengatakan keputusan juga berada di tangan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. "PKB tergantung Cak Imin, karena kan ini ada Cak Imin effect," kata dia.

BUDIARTI UTAMI PUTRI | KORAN TEMPO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT