Mantan Perdana Menteri Australia Bob Hawke Meninggal
TEMPO.CO | 17/05/2019 00:42
Sepasang warga berdiri saat lampu berwarna biru, putih dan merah diproyeksikan ke bangunan khas Sydney, Opera House di Australia, 14 November 2015. Sejumlah bangunan landmark dunia menampilkan warna menyerupai bendera nasional Prancis menyusul serangan te
Sepasang warga berdiri saat lampu berwarna biru, putih dan merah diproyeksikan ke bangunan khas Sydney, Opera House di Australia, 14 November 2015. Sejumlah bangunan landmark dunia menampilkan warna menyerupai bendera nasional Prancis menyusul serangan teroris di Paris. REUTERS/Jason Reed

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Perdana Menteri Australia Bob Hawke meninggal. Perdana menteri Australia ke-23 ini meninggal pada usia 89 tahun.

Baca: Survei: Oposisi Diprediksi Kalahkan Marrison di Pemilu Australia

Bob Hawke meninggalkan seorang istri yang penulis biografi, Blanche d'Alpuget, dan tiga orang anak. D'Alpuget mengatakan suaminya meninggal dengan tenang di rumah. Ia juga mengatakan keluarga akan menyelenggarakan upacara pemakaman pribadi. Setelah itu baru upacara penghormatan di Sydney yang akan diselenggarakan dalam beberapa minggu mendatang.

"Bob sangat dicintai oleh keluarganya, dan begitu banyak teman dan kolega," bunyi pernyataan itu. "Kami akan merindukannya," kata D'Alpuget seperti dikutip dari ABC pada Jumat, 17 Mei 2019.

Bob Hawke menjabat sebagai Perdana Menteri Australia dari tahun 1983 hingga 1991. Ia juga merupakan pentolan Partai Buruh. Kontribusinya bagi kehidupan publik telah banyak mempengaruhi pembentukan Australia yang modern.

Dikenal sebagai seorang konsiliator yang hebat, prestasi Bob Hawke sebagai perdana menteri antara lain memodernisasi ekonomi Australia dan mengintegrasikannya ke dalam komunitas global. Ia juga membangun skema subsidi kesehatan Medicare dan memperjuangkan masalah lingkungan.

Simak juga: Kepala Perdana Menteri Australia Dilempar Telur, Kenapa?

Dia juga tercatat pernah memenangkan empat kali pemilihan umum federal, pencapaian yang menempatkannya sebagai perdana menteri yang paling lama menjabat di Partai Buruh dan perdana menteri terlama menjabat ketiga di Australia setelah Robert Menzies dan John Howard.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT