Penyebar Hoax Intel Polisi Beri Makanan Beracun di Bawaslu Diburu
TEMPO.CO | 13/05/2019 09:23
Penyebar Hoax Intel Polisi Beri Makanan Beracun di Bawaslu Diburu
Suasana massa aksi mengawal BPN Prabowo-Sandiaga melaporkan dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri membantah ada intelijen polisi yang menyusup dalam demo di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 10 Mei 2019, lalu memberikan makanan beracun dalam tas merah.

Baca: Polisi Periksa Politikus Gerindra Permadi Soal Makar Besok Lusa

Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri akan mendalami penyebaran hoaks tersebut di media sosial. “Fakta-faktanya direkayasa, sudah saya kirim ke tim siber untuk didalami akun yang menyebarkan isu tersebut,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, dihubungi, Senin, 13 Mei 2019.

Sebelumnya, tersebar unggahan yang menyebut bahwa intel kepolisian bernama Azis telah menyusup ke dalam barisan pendemo pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam demo di Bawaslu, 10 Mei 2019. Unggahan tersebut juga menyebut Azis memberikan makanan beracun dalam tas merah yang kemudian membuat sejumlah pendemo harus dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Peristiwa para pendemo yang keracunan ini juga sempat diunggah oleh anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga, Siti Hediati Haryadi atau Titiek Soeharto di akun Twitternya pada Sabtu, 11 Mei 2019.

Dalam unggahannya, Titiek menyertakan foto dirinya saat menjenguk korban.“Tengah malam tadi pukul 00.30 saya menjenguk relawan 02 di RSCM, sangat menyedihkan.. mereka keracunan makanan sehabis mengikuti aksi damai Jumat siang di Bawaslu," cuit Titiek di akun Twitternya, @TitiekSoeharto, Sabtu, 11 Mei 2019.

Baca juga: Cekal Dicabut, Kivlan Zen Berjanji Penuhi Panggilan Polisi

Titiek menulis para relawan Prabowo-Sandi keracunan makanan berbentuk kue. Kue itu berada dalam koper merah yang diberikan orang tak dikenal. "Mereka makan kue-kue yang diantar dalam koper merah oleh orang tak dikenal," katanya.

TEMPO.CO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT