Tangkap Pengancam Penggal Kepala Jokowi, Polisi Tanya Rumah ke Pak RT
TEMPO.CO | 13/05/2019 08:50
Tangkap Pengancam Penggal Kepala Jokowi, Polisi Tanya Rumah ke Pak RT
Massa pendukung Prabowo-Sandi menahan bus Transjakarta dan memintanya mundur karena menghalangi kerumunan yang tengah berorasi di depan Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Mei 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya melakukan penggeledahan di rumah HS, tersangka yang diduga mengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Ahad pagi, 12 Mei 2019. HS beralamat di Jalan Palmerah Barat I RT 09 RW 01, Palmerah, Jakarta Barat.

Ketua RT 09, Harto Kaseha, mengatakan rumah HS digeledah tim dari Polda Metro Jaya sekitar pukul 08.00 WIB. Sebelumnya, sejak pukul 06.30, aparat telah datang namun belum bisa menjumpai Harto.

Baca: Ancaman Penggal Jokowi, Kata Joman Jika Pelaku Tidak Dihukum

"Dia duduk dulu di dekat mushala karena rumah saya masih gelap dan saya masih tidur," kata Harto.

Saat tiba di rumahnya, polisi menanyakan rumah salah seorang warganya, HS. Sebelumnya ia mengira kedatangan polisi untuk menanyakan perihal pemilu. "Saya mengira akan ditanya soal C1 karena saya kemarin jadi ketua KPPS. Kalau masalah itu saya punya dokumentasi lengkap," kata Harto.

Menurut Harto, polisi juga memperlihatkan foto HS untuk memastikan bahwa Harto mengenali wajah HS. "Saya ditanya bapak kenal dengan HS, saya jawab kenal. Dia tanya rumahnya di mana dan saya beri tahu kalau rumahnya di tembok ujung keluar gang, ada di sebelah kiri," kata dia.

Baca: Ancaman Penggal Jokowi, Tersangka Bakal Dijerat KUHP dan UU ITE

Kemudian polisi tersebut menghubungi anggota yang berada di Parung, Bogor untuk memberikan informasi jika rumah HS sudah ditemukan. HS diketahui ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Bogor sekitar pukul 08.00 WIB.

HS ditetapkan sebagai tersangka akibat video yang viral di media sosial. Dalam video berlatar aksi demonstrasi di depan kantor Bawaslu pada Jumat, 10 Mei lalu, HS mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

HS dijerat dengan pasal 104 KUHP tentang tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan Pasal 27 ayat 4 juncto pasal 45 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Ia melakukan pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI dengan mengucapkan kata-kata "Dari Poso nih, siap penggal kepala Jokowi. Ya Jokowi siap lehernya kita penggal, demi Allah".

TEMPO.CO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT