Polisi Cokok Bos Teroris JAD Bekasi, Ini Sosok Eky alias Rafli
TEMPO.CO | 10/05/2019 05:30
Gerai Wanky Cell di Jalan Muhtar Tabrani, Bekasi Utara, Kota Bekasi, yang digeledah Densus 88 Antiteror, Rabu malam 8 Mei 2019. Penggeledahaan menyusul penyergapan dan penangkapan terduga teroris Sabtu dan Minggu lalu. Tempo/Adi Warsono
Gerai Wanky Cell di Jalan Muhtar Tabrani, Bekasi Utara, Kota Bekasi, yang digeledah Densus 88 Antiteror, Rabu malam 8 Mei 2019. Penggeledahaan menyusul penyergapan dan penangkapan terduga teroris Sabtu dan Minggu lalu. Tempo/Adi Warsono

TEMPO.CO, Bekasi - Densus 88 Antiteror Mabes Polri mencokok pemimpin kelompok teroris JAD atau Jemaah Anshorut Daulah wilayah Bekasi, Eky Yudistira alias Rafli. Eky pula pemilik gerai aksesoris ponsel "Wanky Cell" di Jalan K.H. Mochtar di Jalan KH. Muchtar Tabrani, Bekasi Utara, Kota Bekasi yang digeledah polisi pada Rabu lalu, 8 Mei 2019.

Simak: Pria yang Meledakkan Diri di Bekasi Jaringan Teroris JAD

“EY adalah seorang pimpinan JAD Bekasi menggantikan sebelumnya yang beberapa waktu tahun lalu telah ditangkap lebih dulu,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Kamis, 9 Mei 2019. 

Eky ditangkap Densus 88 di sekitar SPBU Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Rabu, 8 Mei 2019. Tak lama kemudian Densus 88 menggeledah Wanky Cell mulai pukul 16.00 WIB sampai 20.00. Densus juga menangkap YM alias Kausar di bilangan Rawalumbu sekitar pukul 20.00.

Polisi menyebut Eky piawai merakit bom. Dia termasuk mentor Solikin cs. yang dibekuk pada akhir pekan lalu di Babelan, Kabupaten Bekasi, dan Jatiasih, Kota Bekasi. “Dari toko itu dia sudah bisa mendanai kelompok JAD Lampung,” ucap Dedi Prasetyo.

Bagaimana kesan Eky di mata pegawai Wanky Cell dan teman-temannya?

Arif, salah satu karyawan Wanky Cell, mengatakan terkejut ketika Eky ditangkap Densus 88 karena diduga bagian dari kelompok teroris JAD. "Kemarin saya datang ke gerai polisi sudah banyak," kata Arif kepada Tempo, Kamis, 9 Mei 2019.

Bagi Arif, Eky sosok atasan yang baik dan tak ada yang aneh dalam penampilannya. "Orangnya gondrong, umurnya sekitar 25 tahunan. Suka ngobrol nanya-nanya, kadang ada yang enggak ngerti buat yang dipacking, jadi tanya ke dia," ujar mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Bekasi itu.

Dia menjelaskan bahwa Wanky Cell usaha patungan antara Eky dan Ridwan yang sudah berjalan sekitar dua tahun. Sedangkan Ridwan tak terlibat dalam jaringan teroris.

Simak: Ledakan Bom Teroris di Bekasi, Mirip Mercon Tapi Berasap Tebal

Arif bekerja di gerai tersebut sekitar setahun. Dia dan tiga karyawan lainnya tak tahu jika di dalam tokonya ada bom pipa dan benda-benda lain yang berkaitan dengan bahan peledak. "Nah, itu kami enggak tahu, enggak nyangka kalau ada barang-barang itu."

Arif terakhir bertemu dengan Eky tiga hari lalu. Eky datang ke toko untuk packing pesanan aksesoris ponsel secara online. Setelah mengirim, Eky pergi lagi. Kabar terakhir yang diketahuinya, Eky ditangkap polisi karena diduga terlibat jaringan teroris JAD.  

ADI WARSONO | ANDITA RAHMA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT