Kapolrestabes Bandung Siap Tindak Anggota yang Aniaya Jurnalis
TEMPO.CO | 01/05/2019 18:48
Polisi menangkap demonstran ketika kerusuhan pecah saat aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Bandung, Rabu, 1 Mei 2019. Dua orang jurnalis mendapat tindakan kekerasan dari polisi saat meliput unjuk rasa tersebut. TEMPO/Prima Mulia
Polisi menangkap demonstran ketika kerusuhan pecah saat aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Bandung, Rabu, 1 Mei 2019. Dua orang jurnalis mendapat tindakan kekerasan dari polisi saat meliput unjuk rasa tersebut. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Bandung-Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Besar Irman Sugema mengatakan akan menindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggotanya kepada dua orang jurnalis yang meliput kegiatan Hari Buruh di Bandung, Rabu, 1 Mei 2019.

“Kami seusuaikan di Polrestabes, ada Propam yang menangani permasalahan ini,” ujar Irman kepada wartawan di Rumah Sakit Borromeus, Bandung, Rabu, 1 Mei 2019.

Baca: Meliput Hari Buruh, Jurnalis di Bandung Mengaku Dipiting Polisi

Irman menuturkan peristiwa itu terjadi saat anggotanya sedang menangani massa aksi yang diduga rusuh. Sehingga, kata dia, anggotanya tidak melihat ada wartawan yang sedang melakukan peliputan.  “Kami juga mau mendalami terkait dugaan apakah ada miss atau tindakan di luar kontrol,” katanya.

Peristiwa penganiayaan dua wartawan terjadi di Jalan Singaperbangsa, sekitar 1 kilometer dari pusat perayaan Hari Buruh di Gedung Sate. Saat itu, Prima Mulia fotografer Tempo, dan jurnalis lepas anggota AJI Bandung Iqbal Kusumadireza atau Reza sedang meliput peregerakan massa aksi buruh.

“Saat di Jalan Singaperbangsa, saya lihat polisi bentrok sama massa baju hitam. Saya lihat polisi mukulin mereka,” kata Reza.

Melihat kejadian itu Reza membidikan kameranya ke arah keributan. Saat tengah memotrer seorang polisi tiba-tiba memiting lehernya sambil menanyakan identitas Reza. “Saya langsung jawab wartawan. Saya juga nunjukin kartu pers. Tapi malah kaki saya ditendang dan didorong,” ujarnya.

Reza juga mengaku kameranya sempat  dirampas. Sejumlah foto yang berada di kameranya pun dihapus oleh polisi tersebut. “Polisinya dari Tim Prabu. Saya ingat betul, badannya tegap,” katanya.

Prima Mulia mengalamo hal serupa. Masih di tempat yang sama dengan Reza, Prima mendapat intimidasi dari polisi. Polisi pun meminta foto-foto yang telah diambil Prima di tempat itu dihapus. “Saya ditangkap tiga orang polisi preman sambil ngancam dan minta gambar dihapus,” katanya.

Simak: May Day 2019, Sejumlah Jurnalis Ikut Turun ke Jalan

Akibat peristiwa itu Reza menjalani pemeriksaan di sebuah rumah sakit. Reza mengalami luka dan pembengkakan di bagian kaki kanannya. Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung Ari Syahril Ramadan akan memproses kasus ini dengan membuat laporan kepolisian.

Menurut dia tindakan polisi tersebut telah melanggar Undang-undang Pers. “Tugas jurnalis dilindungi oleh Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999, seharusnya aparat menghormati itu. Apalagi ketika jurnalis sudah menunjukkan identitasnya,” katanya.

IQBAL TAWAKAL LAZUARDI

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT