Luncurkan Varian Pikap, Esemka Bakal Hadapi Pesaing Kuat
TEMPO.CO | 22/04/2019 06:40
Mobil Esemka jenis pikap terparkir rapi di halaman PT Solo Manufaktur Kreasi, pabrik mobil Esemka, di Boyolali, 2 April 2019. TEMPO/Dinda Leo Listry
Mobil Esemka jenis pikap terparkir rapi di halaman PT Solo Manufaktur Kreasi, pabrik mobil Esemka, di Boyolali, 2 April 2019. TEMPO/Dinda Leo Listry

TEMPO.CO, JakartaEsemka kabarnya sudah mulai meluncurkan model kendaraan niaga ringan yakni pikap Bima. Kendati belum ada informasi resmi terkait spesifikasinya, seperti dilansir Bisnis.com, Ahad 21 April 2019, Bima 1.2 akan dipasarkan dengan mesin 1.243cc dan Bima 1.3 bermesin 1.298cc.

Baca: Logo Pabrik Mobil Esemka Dicat Ulang, Tanda Segera Diresmikan?

Dengan kehadiran Esemka Pikap Bima ini pasar kendaraan niaga, khususnya pikap diprediksi bakal makin ramai dan terus berkembang. Kendati demikian, Esemka Bima diprediksi akan menghadapi persaingan berat di pasar pikap lantaran sebagian besar kompetitor menggunakan mesin di atas 1.500 cc.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) mencatat model pikap dengan mesin di bawah 1.500 cc hanya beberapa model yakni Daihatsu Grand Max, Tata Super Ace, dan Tata Ace. Adapun 2 pemimpin pasar pikap yakni Suzuki Carry dan Mitsubishi L300 masing-masing bermesin 1.500 cc dan 2.500 cc.

Pada Januari hingga Maret 2019, penjualan Suzuki Carry mencapai 9.494 unit, sedangkan penjualan Mitsubishi L300 mencapai 7.464 unit. Carry memimpin pasar dengan kontribusi 28,8% dari total penjualan pikap 32.935 unit. Mitusbishi L300 berada di bawahnya dengan pangsa 22,6%.

4W Deputy Managing Director Suzuki Indomobil Sales (SIS) Setiawan Surya sebelumnya mengatakan bahwa pasar kendaraan niaga termasuk pikap akan terus tumbuh seiring dengan perkembangan ekonomi dan infrastruktur.

"Kami masih optimis karena pikap itu salah satu indikator putaran ekonomi. Kalau kendaraan penumpang, orang bisa menahan beli, kalau pikap orang enggak mungkin beli untuk jalan-jalan. Mudah-mudahan ke depan ekonomi tetap tumbuh, politik aman, sehingga tumbuh," ujar Setiawan kepada Bisnis.

BISNIS

 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT